Breaking News:

Sinergi 9 BUMN Sulap 3 Hektare Bantaran Cisadane Jadi Ruang Terbuka Alam

Setelah bantaran yang mulanya tak terurus dan menjadi lokasi pengangkutan sampah, kini menjadi tertata dan memiliki sejumlah wahana.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Perwakilan sejumlah perusahaan BUMN bersama Staf Khusus Menteri BUMN, Aria Sinulingga, di wilayah Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) Gang Muara Buntu, Panunggangan Barat, Cibodas, Tangerang, Jumat (27/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIBODAS - Sinergi 9 BUMN merampungkan program 'Giving Back to Nature' di bantaran Sungai Cisadane, di bilangan wilayah Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) Gang Muqra Buntu, Panunggangan Barat, Cibodas, Tangerang.

Setelah bantaran yang mulanya tak terurus dan menjadi lokasi pengangkutan sampah, kini menjadi tertata dan memiliki sejumlah wahana.

Ke-9 BUMN yang bahu-membahu menjalankan program kembali ke alam tersebyt adalah: Hutama Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, PP Construction and Investment, Adhi Karya, Nindya Karya, Brantas Abipraya, Balai Pustaka dan tentunya Jasa Marga.

"Saat ini kami membangun amphi teater, membangun wall climbing, membangun flying fox, rumah belajar dan lain-lain. Dan tentunya, ni tidak berhenti di sini, tadi bapak staff khusus sudah menyampaikan bahwa mohon izin untuk dirawat, setelah itu kami pasti akan melanjutkan lagi misi kami," ujar Direktur Utama Jasamarga, Desi Ariani, di lokasi, Jumat (27/12/2019).

Setelah dipercantik menjadi kawasan wisata, ruang terbuka hijau sekaligus edukasi lingkungan, bantaran tersebut dike.balikan ke masyarakat untuk dikelola.

"BUMN bersinergi untuk menyerahtterimakan berbagai fasilitas yang sudah kami bangun di kawasan Bangsasuci ini di kawasan Cisadane. Di sini kami bekerja sama dengan ketua Bangsasuci, Mang Iyus, bagaimana mendidik masyarakat untuk mengelola sampah," ujarnya.

Demi menjaga ekosistem lingkungan di bantaran Sungai Cisadane, perusahaan pelat merah tersebut juga menanam ribuan jenis tanaman produktif.

Seperti 5 ribu pohon dari 55 jenis di pulau Arbo Retrum, 4 ribu tanaman buah dan 1.350 jenis tanaman bunga.

Desi berharap, kawasan yang sudah dibangun itu bisa terus dirawat dan dipelihara serta dimanfaatkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved