Persija Jakarta

Alasan Bek Serba Bisa Alfath Faathier Memilih Bergabung ke Persija Jakarta, Sebut Kota Bandung

Madura United Alfath Faathier lebih memilih Persija Jakarta meski dirumorkan ke Persib Bandung. Apa yang membuatnya memilih Macan Kemayoran?

Alasan Bek Serba Bisa Alfath Faathier Memilih Bergabung ke Persija Jakarta, Sebut Kota Bandung
MEDIA PERSIJA
Resmi Persija Jakarta dapatkan Bek Madura United Alfath Faathier. 

Namun, sambung Haruna, tawaran yang diberikan Persija Jakarta lebih baik dibandingkan Madura United.

"Madura United masih ingin mempertahankan Alfath, tetapi karena kontraknya telah usai dan dia free, banyak klub yang menawarinya termasuk Persija," ujar Haruna. 

"Secara profesional, kami menghargai pilihan Alfath," sambungnya.

Sebelumnya, Alfath mengatakan ingin mencari pengalaman baru setelah dua tahun bermain untuk Madura United.

Pada musim lalu, Alfath membukukan 26 penampilan bersama Madura United dan 16 laga sebagai starter.

Dua Bek Terdepak

Maman Abdurrahman jadi nama teranyar yang kontraknya habis dan tak dipertahankan oleh manajemen Persija Jakarta.

Dalam rilis terbaru Persija, manajemen klub ibu kota memutuskan untuk tak memperpanjang kontrak Maman Abdurrahman yang habis setelah Liga 1 2019.

Keputusan melepas Maman sebenarnya bisa dipahami mengingat faktor usia dan kesempatan bermainnya yang sudah menipis.

Bek berusia 37 tahun itu hanya tampil sebanyak 15 kali yang tiga di antaranya turun dari bangku cadangan.

Selain faktor usia, Maman juga tengah sibuk mengejar lisensi pelatih di tengah berjalannya kompetisi.

Sebelum dilepasnya Maman, sudah ada empat pemain yang berpamitan dari Persija karena dilepas manajemen.

Mereka adalah Alexander Luiz Reame alias Xandao, Dany Saputra, Fitra Ridwan, dan Rahmad Hidayat.

CEO Persija, Ferry Paulus hanya bisa mendoakan pemain-pemain yang dilepas bisa mendapatkan karier yang lebih baik.

"Kami berterima kasih kepada para pemain yang telah berjuang membela Persija," kata Ferry Paulus.

"Terlebih Maman dan Fitra adalah bagian dari skuad yang membawa Persija meraih juara musim 2018," ujarnya menambahkan.

"Semoga mereka semua bisa semakin sukses bersama klub barunya masing-masing," katanya lagi.

Dengan kepastian hengkangnya lima pemain ini, ada empat pilar lain yang nasibnya masih menggantung di Persija.

Mereka adalah Rohit Chand, Joan Tomas, Farri Agri, dan Fachruddin Aryanto.

Nama terakhir di atas mungkin akan kembali ke Madura United dari masa peminjamannya bersama Persija.

Xandao terdepak

Alexandre Luiz Reame alias Xandao menjadi pemain keempat yang resmi dilepas manajemen Persija Jakarta.

Xandao kontraknya sudah habis setelah berakhirnya Liga 1 2019 dan tak mendapatkan perpanjangan dari manajemen Persija Jakarta.

Hal itu diketahui dari ucapan perpisahan dan doa untuk kesuksesan Persija dari Xandao lewat postingan pada akun media sosialnya.

"Pengalaman pertama bermain di Asia yang mengesankan dan saya tak bisa meminta lebih dari ini," kata Xandao.

"Saya beruntung bisa bermain untuk salah satu klub terbesar di Indonesia yang juga memiliki suporter paling bersemangat di dunia."

Bek asal Brasil itu sebenarnya cukup menjadi andalan Macan Kemayoran saat direkrut pada putaran kedua Liga 1 2019.

Dia selalu tampil penuh dari 19 kali penampilannya dan mampu menyumbang tiga gol.

Catatan di atas nampaknya tak cukup buat manajemen Persija untuk memperpanjang masa bakti pemain yang pernah membobol gawang Manchester City itu.

Sebelum Xandao, sudah ada Dany Saputra, Rachmad Hidayat, dan Fitra Ridwan yang lebih dulu berpamitan.

Setelah kepergian empat pemain itu, ada lima pemain lain yang nasibnya masih menggantung di Persija.

Mereka adalah Rohit Chand, Joan Tomas, Maman Abdurrahman, Farri Agri, dan Fachruddin Aryanto.

Nama terakhir di atas mungkin angka kembali ke Madura United dari masa peminjamannya.

Nadeo Argawinata ke Bali United

Bali United kembali mengumumkan pemain baru dan kali ini resmi merekrut kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata untuk kompetisi musim depan.

Bali United kembali melakukan perekrutan pemain baru yaitu Nageo Argawinata.

Setelah pada sebelumnya, mereka sukses mendapatkan tanda tangan Gavin Kwan Adsit dari Barito Putera dan Hariono, eks gelandang Persib Bandung.

Bali United cukup serius menyambut kompetisi musim depan dan dalam waktu dekat akan tampil pada Kualifikasi Liga Champions Asia 2020.

CEO Bali United, Yabes Tanuri memiliki alasan kuat mengapa merekrut Nadeo Argawinata dari Borneo FC.

Yabes Tanuri juga mengatakan, khusus untuk mendatangkan Nadeo Argawinara dari Borneo FC dengan proses transfer.

Karena, sang penjaga gawang berusia 22 tahun tersebut masih memiliki kontrak dengan klub lamanya.

Alhasil, dengan kedatangan Nadeo Argawinata ke Bali United, persaingan penjaga gawang di klub beralias Serdadu Tridatu akan semakin ketat.

Sebab sampai saat ini, Bali United memiliki Wawan Hendrawan dan Samuel Reimas yang selalu menjadi pilihan utama tim.

Yabes Tanuri menjelaskan bahwa tim pelatih memang sangat membutuhkan penjaga gawang baru untuk musim depan.

"Untuk Nadeo, tim pelatih memang membutuhkan penjaga gawang baru untuk 2020," ujar Yabes Tanuri.

"Nama Nadeo pun menjadi salah satu opsi karena dia penjaga gawang muda dan juga berpengalaman di Liga 1 serta kancah internasional."

"Selain itu kami juga bernegosiasi dengan manajemen Borneo FC yang merupakan klub Nadeo sebelumnya."

"Setelah melakukan negosiasi, akhirnya terjadi kesepakatan antara kami dan Borneo FC untuk transfer Nadeo ke Bali United," kata Yabes Tanuri.

Penampilan Yabes Tanuri musim 2019 memang dibilang tampil mengesankan.

Penjaga gawang yang dijuluki Kepa Arizabalaga asal Indonesia tersebut tampil memukau pada ajang SEA Games 2019 di Manila, Filipina beberapa waktu lalu.

Dia mampu membawa timnas U-22 Indonesia tampil pada final SEA Games 2019 menghadapi Vietnam, meski pada akhirnya kalah 0-3 dan hanya sanggup membawa skuat Garuda Muda meraih medali perak.

Penulis: Suharno
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved