Satu Keluarga Tewas Keracunan Gas Genset
Fakta-fakta 1 Keluarga Tewas Keracunan Gas Genset: Hidung Keluar Darah Hingga Jasad Membusuk
Satu keluarga tewas diduga keracunan gas genset di Jalan Kayu Mas Selatan VI Blok C RT 01/RW 09, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
Hasil Uji Laboratorium

Penyebab satu keluarga warga RT 01/RW 09 Kelurahan Pulogadung tewas dipastikan karena keracunan gas CO atau karbon monoksida buangan genset.
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Sumy Hastry Purwanti mengatakan kandungan CO ditemukan dalam darah keempat korban.
"Hasil uji laboratorium darahnya positif CO semua. Tidak ada tanda kekerasan apa pun selain racun CO positif dalam darahnya," kata Sumy di Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020).
• Deretan Foto Kondisi Pascabanjir di dekat Rusun Karet Tengsin, Kasur Menumpuk di Tengah Jalan
Merujuk hasil pemeriksaan tim dokte forensik RS Polri Kramat Jati yang dilakukan sekira pukul 03.00 WIB tadi saat jenazah tiba.
Sumy menuturkan keempatnya diperkirakan tewas lebih dari 12 jam sebelum ditemukan pada Kamis (2/1/2020) sekira pukul 23.30 WIB.
"Jasadnya sudah pembusukan lanjut, perkiraan meninggal sudah lebih dari 12 jam. Diduga mereka dalam keadaan tidur dan tidak sadar menghirup CO," ujarnya.
Dia tak bisa memastikan apakah keempatnya sempat bangun karena tersedak gas CO atau tidak karena keluarga menolak diautopsi.
Sementara untuk mengetahui para korban sempat tersedak atau tewas dalam keadaan tidur perlu dilakukan pemeriksaan dalam atau autopsi.
"Kalau dalam keadaan sadar pasti batuk-batuk. Untuk mengetahui mereka terbangun dan batuk-batuk atau tidak perlu dilihat jalur pernafasannya lewat autopsi," tuturnya.
Kronologi

Mahmudi (35), Ayu Maryana Oktavia (29), Selvia Audy Pratiwi (9), dan Mahezha Kurniawan (5) tewas keracunan CO atau karbon monoksida buangan genset.
Jasad pasangan suami istri dan dua anaknya itu ditemukan di atas kasur ruang kamar tidur rumahnya wilayah RT 01/RW 09 Kelurahan Pulogadung pada Kamis (2/1/2020).
Kakak Ayu, Imam Jumhari (47) yang pertama menemukan keempat korban mengatakan genset yang buangan gasnya jadi sebab kematian digunakan sejak Rabu (1/12/2019).
Pasalnya kawasan RW 09 Kelurahan Pulogadung tempat adiknya terdampak banjir sejak dini hari sehingga berujung pada pemadaman listrik