Banjir di Tangerang Selatan

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Dua Titik di Perumahan Vila Dago

Dua titik longsor di antaranya terjadi di perumahan Vila Dago Tol, Blok C RT 3 RW 11, Ciater, Serpong dan di Blok D RT 4 RW 19 Serua, Ciputat.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Longsor di Perumahan Vila Dago Tol, Tangerang Selatan, Jumat (3/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Hujan deras pada hari pertama pada tahun 2020 juga menyebabkan longsor di Tangerang Selatan (Tangsel).

Dua titik longsor di antaranya terjadi di perumahan Vila Dago Tol, Blok C RT 3 RW 11, Ciater, Serpong dan di Blok D RT 4 RW 19 Serua, Ciputat.

Di dalam perumaham tersebut memang terdapat dua wilayah kecamatan.

Di Blok C, longsor tidak menimpa apapun dan tidak ada korban jiwa.

Turap setinggi sekira 15 meter ambruk lonsor sekira pukul 07.00 WIB, pada Rabu (1/1/2020) bersamaan dengan hujan deras yang turun saat itu.

"Karena masih hujan, kalau yang dekat-dekat dengar, bruak gitu. Yang jauh-jauh enggak dengar," ujar Herly (54), warga sekitar saat ditemui TribunJakarta.com, Jumat (3/1/2020).

Puing longsoran turap yang bercampur tanah sempat menutup akses jalan, namun warga bahu-membahu membenahinya.

Herly memperkirakan, longsor bisa saja kembali terjadi, karena di dataran atas bagian longsor itu, merupakan jalan aktif yang selalu dilewati pengendara.

"Itu di atas truk juga pada lewat, ada yang lagi bgebangun itu. Tanah kan risiko kalau ada beban dari atas," ujarnya.

Sementara di Blok D, waktu longsor juga hampir bersamaan, sekira pukul 06.30 WIB.

"Pas tanggal 1, antara jam 06.10 sampai 6.30 WIB," ujar Herry Prasetyo (53), pengurus RT sekitar lokasi longsor di Blok D itu.

Longsor di Blok D itu menimpa satu mobil Toyota Agya yang terparkir di bawahnya.

Banjir Surut, Warga Ciledug Tangerang Mengeluhkan Kesulitan Dapatkan Air Bersih

Makan Siang Bersama Korban Banjir di Rusun Rawa Buaya, Anies Titip Dua Pesan ke Pengungsi

Herry mengatakan, yang mengalami longsor sebenarnya adalah turap setinggi sekira 13 meter, bukan tanah di baliknya.

"Kalau yang longsor tanah, di bawahnya pada coklat dong, ini kan enggak, puing doang," ujar Herry.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved