Gedung 4 Lantai Ambruk

Basarnas Pastikan Tak Ada Korban Tewas dalam Insiden Bangunan Ambruk di Jakarta Barat

Menurutnya, delapan korban dievakuasi dari lantai dua bangunan minimarket, serta tiga diantaranya dievakuasi secara mandiri dari luar gedung.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Bangunan empat lantai ambruk sekira Pukul 09.20 WIB. Posisinya tak jauh dari turunan Flyover Slipi arah ke Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Direktur Operasional Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama menyebut tak ada korban tewas dalam insiden gedung ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat.

Budi menyebut ada 11 korban luka yang telah dievakuasi.

Mereka telah dilarikan ke RS Tarakan dan RS Pelni.

Menurutnya, delapan korban dievakuasi dari lantai dua bangunan minimarket, serta tiga diantaranya dievakuasi secara mandiri dari luar gedung.

"Pak Kapolres dari data korban sudah dapat dipastikan itu, tiga orang dapat lakukan evakuasi mandiri yang juga toko yang lima orang kita evakusi sama-sama dari dalam gedung tadi di lantai dua. Yang lagi melintas ojol itu sudah kita evakuasi ke RS dua lansia. Jadi clear," kata Budi di lokasi, Senin (6/1/2020).

Budi belum bisa memastikan bagaimana kondisi dari para korban tersebut lantaran mereka sudah dibawa ke RS Tarakan dan RS Pelni.

Sementara itu, dari data yang dihimpun TribunJakarta.com, ada tiga korban yang sudah diketahui identitasnya.

Ketiga korban yang sudah teridentifikasi yakni Febriani (27) warga Tanjung Duren Raya Nomor 2 RT 10/2 Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Kemudian, Muhammad Iqbal (37) warga Jalan Mangga IV, RT 001/02, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Serta, Ervan Juliansyah (52) Kampung Gaga, Jalan Amil Abas Nomor 92 RT 01 RW 01, Larangan Selatan, Tangerang.

Sementara itu, Budi memastikan tak akan lakukan evakukasi bangunan ambruk dari dalam bangunan.

Pasalnya, kondisi keamanan dari rangka bangunan sangat riskan dan membahayakan.

"Karena enggak aman tulang-tulang gedung enggak sambung satu sama lain ini. Ini juga sudah terlalu lama dan kelihatan beton sudah lapuk dan basah. Dari enginering kita, Damkar dan Bsarnas nilai enggak aman," kata Budi di lokasi, Senin (6/1/2020).

Untuk itu, Budi menyebut pihaknya akan lakukan pemantauan kondisi bangunan dari luar menggunakan crane untuk melihat apakah masih ada korban yang terjebak di dalam bangunan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved