Ria Irawan Meninggal

Prisia Nasution Soal Sosok Ria Irawan: She Is Strong Lady

sosok Ria Irawan juga merupakan seseorang yang selalu peduli dengan orang-orang yang berada di sekitarnya

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Ria Irawan dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Senin (6/1/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Pemain film Prisia Nasution punya kedekatan tersendiri dengan mendiang artis senior Ria Irawan.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin 6 Januari 2020 pagi ini, Ria Irawan sempat memberikan banyak kenangan manis untuk para sahabatnya semasa hidupnya.

Menurut Prisia, Ria Irawan sudah seperti seorang keluarga sekaligus mentor bagi dirinya.

"Dia suka kasih banyak motivasi, dan cara dia ngedidik mungkin kalau orang lihatnya mulutnya agak keras, tapi itu justru untuk kebaikan," kenang Prisia di kawasan Tanah Kusir, Senin (6/1/2020).

Prisia, merupakan salah satu orang yang cukup dekat dengan keluarga Irawan.

Selain sama-sama berkecimpung di dunia seni peran, kediaman Prisia dengan keluarga Ria Irawan juga berdekatan.

Prisia pun membeberkan bahwa Ria Irawan merupakan sosok kuat yang pantang menyerah.

"Pasti sedih banget lah. She is strong lady, deket banget sih kita. Selain tetanggaan, dulu waktu peran Sang Penari yang jadi Nyai kan harusnya Ria Irawan, tapi peran itu jatuh ke tangan Dewi Irawan. Banyak banget kalau kenangan, gak bisa diceritain satu-satu," kata dia.

Polisi Gadungan Peras dan Setubuhi Wanita di Kelapa Gading, Berawal dari Michat dan Rayu Jadi Pacar

Banjir di Tangerang Mengakibatkan 5 Nyawa Melayang, Mulai Kesetrum, Kedinginan, Hingga Hanyut

Selain itu, sosok Ria Irawan juga merupakan seseorang yang selalu peduli dengan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Saking pedulinya, ia kerap memberikan nasehat dan motivasi yang membangun meski dengan gaya yang sedikit keras.

"Nggak pernah dia ngomong jelek di belakang itu gak ada. Care banget orangnya," ungkap Prisia.

"Kenangannya banyak, waktu itu di rumah sakit bulan September. Mba Ria kan selalu cantik yakan, kebetulan saya bawa lipstik merah. Kasih ke dia, lalu dia lipstikan, terus ngaca, dan senyum-senyum. Dia orangnya bersemangat banget," bebernya.

"Kita semua tau perjuangan dia seperti apa. Dia gak pernah nyerah, sampai akhir pun gak pernah nyerah. Tapi memang keputusan ada di tangan Maha Kuasa," pungkas Prisia.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved