Sisi Lain Metropolitan
Ahmad Memilih Tetap Memulung, Meski Tangan Patah dan Kaki Belum Pulih Akibat Ditabrak Sopir Mabuk
Suatu hari menjelang siang, Ahmad tak sadarkan diri, tiba-tiba sudah terbaring di ranjang sebuah rumah sakit.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Y Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/Nur Indah Farrah Audina
Ahmad menyusuri jalan sambil memanggul karung berisi botol dan kardus bekas di sekitar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/1/2020).
TRIBUNJAKARTA.COM/Nur Indah Farrah Audina
Dalam kondisi tangan kanan patah dan dua kakinya belum pulih akibat jadi korban tabrak lari, Ahmad memilih tetap memulung botol dan kardus bekas di sekitar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/1/2020).
TRIBUNJAKARTA.COM/Nur Indah Farrah Audina
Dalam kondisi tangan kanan patah dan dua kakinya belum pulih akibat jadi korban tabrak lari, Ahmad menyusuri jalan untuk memulung botol dan kardus bekas di sekitar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/1/2020).
"Kalau enggak begini, saya dapat uang dari mana buat makan sama kirim ke kampung," terang Ahmad.
Istri dan enam anak, tiga di antaranya masih sekolah, tak pernah tahu jika Ahmad menjadi korban tabrak lari pengemudi mobil.
Ahmad memilih menyimpan rapat-rapat kisah pahit hidupnya di Jakarta. Cukup keluarga di Garut mendengar kabar bahagia saja.
"Kalau cerita, nanti malah pada menangis. Makanya saya lebih suka berbagi kebahagiaan saja sambil berdoa supaya cepat sembuh," ucap dia.