Satu Keluarga Korban Penganiayaan

Kesaksian Tetangga Satu Keluarga Dianiaya di Depok : Anaknya Datang Berlumuran Darah

Bangun dari tidurnya dan mengecek apa yang terjadi, rasa terkejut Nurhadi pun semakin menjadi-jadi setelah menyaksikan F (12) berlumuran darah

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Rumah gubuk lokasi satu keluarga di Bojongsari, Kota Depok, dianiaya oleh pria misterius. Foto diambil pada Jumat (10/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWANGAN - Nurhadi sangat terkejut ketika dibangunkan istrinya dari tidur lelapnya sekira pukul 04.00 WIB pagi.

Bangun dari tidurnya dan mengecek apa yang terjadi, rasa terkejut Nurhadi pun semakin menjadi-jadi setelah menyaksikan F (12) berlumuran darah meminta pertolongan.

"Pukul 04.00 WIB pagi F datang ke rumah, saya dibangunin istri. Begitu saya keluar saya lihat keadaan anaknya udah berlumuran darah kepalanya, saya langsung kaget seada-adanya," kata Nurhadi dijumpai wartawan, Jumat (10/1/2020).

Untuk diketahui, F merupakan anak korban penganiayaan satu keluarga di Kawasan Curug, Bojongsari, Kota Depok.

Akibat penganiayaan tersebut, F beserta adiknya FI (5) dan kedua orang tuanya Sumitro (45) dan Juju (40), mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok.

Lanjut Nurhadi, dirinya langsung mengecek keberadaan korban dan menemukan Sumitro bersama anaknya FI sudah di warung dekat lokasi kejadian.

"Saya cek ke rumah korban sama Pak RT dan yang lain, tinggal istrinya aja terkapar di kasur,suaminya sudah di warung sama anaknya," beber Nurhadi.

Kemudian, Nurhadi pun langsung mengajak warga untuk mengevakuasi Juju yang tengah dalam keadaan terkapar berlumuran darah.

Malaysia Masters 2020: Sedang Berlangsung Jonatan Christie Vs Ka Long Angus, Link Live Streaming

Ditanya Perubahan Lina Setelah Dinikahi Teddy, Pengacara: Saya Pernah Bicara 4 Mata Sama Almarhum

Wanita 60 Tahun di Pamulang Kaget Temukan Ular Sanca 3 Meter di Dalam Kasurnya

"Langsung Pak RT saya ajak cari orang untuk gotong istrinya saya nyari mobil. Kondisi istrinya ngerintih minta tolong, gak bisa bergerak. Pokoknya pertama saya nyelametin orangnya dulu, bawa ke RSUD baru lapor polisi dan gak lama petugas langsung datang," jelasnya.

Sementara itu, pantauan TribunJakarta.com rumah gubuk yang jadi lokasi penganiayaan korban saat ini sudah dipasang garis polisi.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved