Awal Tahun 2020 Jakarta Dikepung Banjir

Sensor e-Drives Terendam Banjir, Penilaian Ujian SIM di Daan Mogot Sementara Manual

Setelah banjir empat hari di awal 2020, penilaian ujian praktek Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas SIM Polda Metro Jaya sementara harus manual.

Sensor e-Drives Terendam Banjir, Penilaian Ujian SIM di Daan Mogot Sementara Manual
ISTIMEWA/Tangkap layar Instagram Aburizal Bakrie
Ketua Dewan Pembina Partai Golka Aburizal Bakrie melakukan pengambilan foto saat memperpanjang SIM B2 di Satpas SIM Polda Metro di Daan Mogot, Rabu (14/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Setelah banjir empat hari di awal 2020, penilaian ujian praktek Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas SIM Polda Metro Jaya sementara menggunakan cara manual.

Pasalnya, sistem sensor eletronic driving test system atau e-Drives yang baru diresmikan pada 5 Desember 2019 lalu terendam banjir dan saat ini butuh perawatan.

Kasie SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Lalu Hedwin mengatakan, total ada 170 sensor e-Drives yang dicopot saat banjir melanda kawasan Satpas SIM di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat.

"Air itu masuk Rabu dini hari 1 Januari sekitar Pukul 03.00 WIB. Begitu ada genangan langsung semua anggota yang piket copot sensor e-Drives karena itu kan wireless yah, itu total ada 170 sensor yang dicabut," kata Lalu saat dihubungi, Selasa (14/1/2020).

Lalu mengatakan, kondisi sensor e-Drives rencananya akan diperiksa oleh teknisi untuk mengecek kondisinya sebelum kembali dinyalakan.

"Besok teknisi akan datang jadi belum berani kita nyalakan," kata Lalu.

Lalu menuturkan banjir merendam area Satpas SIM Daan Mogot sejak Rabu (1/1/2020) dini hari dengan ketinggian sekira 1 meter dan baru surut pada Sabtu (4/1/2020) sore.

Salah satu penyebabnya, karena lokasi Satpas SIM yang lebih rendah dibanding Jalan Daan Mogot dari meluapnya Kali Mookervart yang ada di seberangnya.

Dikatakan Lalu, pihak Satpas SIM sempat menyalakan mesin pompa untuk menyedor air. 

Sayangnya, datangnya air begitu cepat sehingga merendam panel listrik dan tak lama kemudian aliran listrik di lokasi dipadamkan.

"Sebenarnya kita punya pompa, sudah kita nyalakan itu saat banjir, tapi karena Daan Mogot terendam dan PLN matikan listrik jadi pompa tidak berfungsi," ujar Lalu. 

Akibat terendam banjir, maka pelayanan di Satpas SIM Polda Metro Jaya terhenti selama tiga hari dan baru kembali beroperasi pada Senin (6/1/2020).

"Tanggal 1 itu kan memang tanggal merah. Tapi untuk tanggal 2, 3 dan 4, ya kami terpaksa tak buka karena masih terendam. Minggu baru kita bersih-bersih dan Senin kembali buka," ujarnya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved