Pria Ini Bunuh Ayahnya: Setannya Sudah Aku bunuh

Rinaldi menyeret sang ayah yang telah berusia renta dari kediamannya. Rinaldi berkali-kali melukai sang ayah menggunakan parang hingga meninggal.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi (SHUTTERSTOCK) 

Jarak rumah korban dan kamar kos Muhanif di Jalan Panglima Sudirman Gang XVI, No 26, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Gresik, sekitar 1 kilometer.

"Saat itu meninggalkan rumah tidak pesan apa-apa. Tahu-tahu tidak pulang," kata Mat Hamdah ditemani anak-anaknya selesai memakamkan Kasniti di pekuburan Sumursongo, Rabu (4/12/2019).

Mat Hamdah, dibantu anak-anaknya, mencari keberadaan istri dan ibu mereka tapi tak ada hasil. Lima hari kemudian mereka melapor ke Polres Gresik.

Tak hanya minta bantuan polisi, Mat Hamdah menyambangi orang pintar untuk menerawang keberadaan istrinya tapi usahanya sia-sia saja.

Berhari-hari berlalu hampir enam bulan lamanya sejak Kasniti menghilang, Mat Hamdah kedatangan tamu anggota Polres Gresik yang memintanya ke RSUD Bhayangkra Polda Jatim.

Rasa penasaran Mat Hamdah terjawab, setelah melihat mayat perempuan di depannya yang polisi tunjukkan ternyata istrinya yang selama ini ia cari.

"Pas baju yang dikenakan itu baju yang saya kenali dan juga giginya. Jelas, saya ingat gigi istri saya," kata Mah Hamdah yang terduduk lemas di lantai ruang tamu saudaranya.

Mat Hamdah yang berprofesi sebagai tukang batu ini tak pernah menyangka, istri yang ia sayangi meninggal mengenaskan di salah satu kamar kos laki-laki.

Selama hidupnya Kasniti tidak pernah punya musuh, setiap hari kerjaannya sebagai tukang pijat yang hanya melayani ibu-ibu dan anak di rumah.

"Tidak ada masalah keluarga saat istri menghilang," imbuh dia.

Minggu, (1/12/2019) Muhanif kedatangan calon penghuni kos. Otomatis pemasukannya bertambah, karena dari 22 kamar kos, hanya 11 yang terisi.

Salah satu kamar yang diincar calon penyewanya hari itu berada paling depan, tepat di dekat pintu keluar dan pohon mangga. Tapi kondisinya tergembok dari luar.

Dari sekian kunci yang dipakai Muhanif untuk membuka gembok kamar kos yang diinginkan penghuni baru tak ada yang cocok, sehingga harus dibuka paksa.

Menurut Christina, gembok untuk menguni kamar tersebut tidak sama dengan gembok yang disediakan Muhanif kepada penghuni kosnya.

"Gemboknya diganti," ujar dia.

Bukan main kagetnya Muhanif dan calon penghuni baru, karena hidung mereka dipaksa mencium aroma busuk jasad manusia berkelamin perempuan di atas tempat tidur.

"Itu benar kos laki-laki, bukan kos keluarga. Penyewa di sana susah untuk dimintai data," ungkap Lurah Sidomoro, Christina Triandajani, Senin (2/12/2019).

Buru-buru Muhanif menuju rumah M Chakul Yakin, Ketua RT 05. Keduanya kembali ke kos dan sama-sama menyaksikan mayat dalam kondisi sudah membusuk.

Indonesia Masters 2020: Lawan Cedera, Tontowi/Apriyani Lolos ke Perdelapan Final

Perkembangan Terbaru Kasus Video Vina Garut: Fisik Sehat, Mental Butuh Penguatan

Wajah mayat perempuan itu menghitam, sudah kempis dan tengkoraknya terlihat. Tangan sudah tak utuh, badan kurus menyusut dan perutnya membesar.

"Setelah dibuka paksa, langsung kelihatan mayat perempuan itu seperti onggokan," sambung Christina.

Penghuni terakhir kamar kos di mana jasad Kasniti ditemukan adalah Untung, asal Jombang, tukang jagal di rumah pemotongan hewan di Gresik.

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Panji Pratistha Wijaya menjelaskan, Untung meninggalkan kamar kos Muhanif sejak Mei 2019.

(TribunJakarta/ TribunPadang/Kompas)

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Kesurupan, Pria Asal Tanah Datar Ini Bunuh Ayahnya Sendiri: 'Setannya Sudah Aku Bunuh'

Editor: Erik Sinaga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved