Sindikat Pencurian Mobil dan Motor

Begini Cara Sindikat Curanmor di Jakarta Utara Gasak dan Gelapkan Kendaraan Korban

Sindikat pencurian kendaraan bermotor atau curanmor yang ditangkap Polres Metro Jakarta Utara beraksi dengan dua cara.

Begini Cara Sindikat Curanmor di Jakarta Utara Gasak dan Gelapkan Kendaraan Korban
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor, RK, saat diekspose di Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis (16/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Sindikat pencurian kendaraan bermotor atau curanmor yang ditangkap Polres Metro Jakarta Utara beraksi dengan dua cara.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto menjelaskan, dua cara tersebut yakni dengan pencurian langsung di lapangan dan dengan cara penggelapan.

"Jadi kalau tekniknya ada dua model. Ada model pencurian dan ada model penggelapan," kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis (16/1/2020).

Untuk teknik pencurian di lapangan, para tersangka menggunakan kunci letter T.

Kunci letter T dipakai untuk merusak rumah kunci motor atau mobil yang mereka incar.

"Mereka langsung merusak kunci kendaraannya dan mereka bisa untuk langsung starter," terang Budhi.

Cara lainnya yakni dengan penggelapan. Sindikat ini, dikepalai tersangka YH, mencari mobil yang masih dalam kondisi bagus untuk dicuri.

Mereka lalu meminjam mobil dari pemiliknya dan membawanya kabur. Kemudian, barang hasil curian akan dijual kembali di luar Jawa.

"Penggelapan artinya mereka kenal dengan orang yang dipinjam atau yang memiliki, kemudian yang pura-pura minjem kemudian dia bawa kabur. Sehingga kuncinya masih ada dan tidak ada kerusakan," jelas Budhi.

Selain YH yang ditetapkan sebagai otak utama dan penadah, polisi menangkap lima eksekutor lapangan yang ditetapkan sebagai tersangka pencurian dan penggelapan.

Dua orang di antaranya berinisial MAA dan RK.

Dari pengungkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 30 unit sepeda motor dan empat unit mobil.

Para tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, 372 KUHP tentang penggelapan, dan 481 tentang penadahan.

"Dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," tutup Budhi.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved