Pemkab Tangerang Mengaku Kewalahan Mengatur Truk yang Nakal Beroperasi Siang Hari

Pemkab Tangerang mengaku kewalahan untuk mengatur truk bertonase berat dan bermuatan tambang yang masih bandel melintas di siang hari.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar saat ditemui usai demo ratusan santri di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Rabu (15/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TELUKNAGA - Pemerintahan Kabupaten Tangerang mengaku kewalahan untuk mengatur truk bertonase berat dan bermuatan tambang yang masih bandel melintas di siang hari.

Hal tersebut dikatakan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar karena pihaknya kekurangan personel dari Dinas Perhubungan.

Ditambah, Kabupaten Tangerang yang wilayahnya luas dan beririsan langsung dengan Kota Tangerang juga Tangerang Selatan.

"Jadi kalau ditanya kelemahannya dimana? Personel terbatas, pintu keluar masuk banyak, kemudian truk yang beroperasi ini sangat banyak," kata Zaki di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Rabu (15/1/2020).

Sebab, dalam Peraturan Bupati (Perbup) nomor 47 tahun 2018 mengatur jam operasional truk bertonase berat agar tidak membahayakan warga Kabupaten Tangerang.

Dalam Perbup tersebut dijelaskan bahwa truk bertonase berat dan truk tambang diberbolehkan melintas dari pukul 22.00 WIB sampai 05.00 WIB.

Durasi penjagaan dari subuh ke malam dikatakan Zaki juga menjadi kendala lainnya lantaran rentang waktu yang cukup panjang.

"Nah di Kabupaten Tangerang yang kudu dijaga dari jam 5 subuh sampai 10 malem, itu juga keterbatasan personel. Waktunya cukup panjang dengan petugas yang terbatas," tutur Zaki.

Tak Terima Motor Diambil Debt Collector, Remon Melapor ke Polsek Metro Tanah Abang

Karyawati di Bogor Tewas Jadi Korban Jambret Saat Hendak Kerja, Begini Kronologinya

Maka dari itu, Zaki mengatakan kalau pihaknya akan memasang palang anti truk di 11 titik di Kabupaten Tangerang.

"Ada 11 titik masuk yang sudah diidentifikasi yang sudah kita pasang portal. Nanti untuk bisa mengatur ketinggian ataupun volume dari truk-truk itu," ucap Zaki.

Nantinya, untuk menghemat tenaga dan personel, setiap petugas dari Dishub dan Polri akan ditempatkan di 11 titik yang terdapat palang anti truk setinggi 3 meter.

"Mudah-mudahan dari portal-portal ini juga petugas akan disiagakan di sana secara bergantian, artinya harus ada peraturan shift petugas. Juga mohon masyarakat ikut mendukung, baik itu menjaga ataupun merawat portal," pungkas Zaki.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved