PKS DKI Pertanyakan Bukti Pencoretan Ahmad Syaikhu sebagai Calon Wakil Gubernur Jakarta
Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI mempertanyakan kabar mengenai pencoretan nama Ahmad Syaikhu sebagai Calon Wakil Gubernur
“Sebetulnya pengawasan di lapangan itu dikerjakan oleh seluruh jajaran."
"Wali kota, kemudian kepala dinas, semuanya bekerja,” katanya di Masjid Raya KH Hasyim Azhari, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (3/1/2020) petang.
Menurut dia, inspeksi yang dilakukan olehnya merupakan bagian dari seorang pemimpin.
Namun, inspeksi itu tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan dibutuhkan sosok Wagub DKI Jakarta.
“Saya menjalankan bagian saya menginspeksi, tapi tidak mungkin dikerjakan oleh satu pribadi, dua pribadi, tiga pribadi,” ujarnya.
“Lokasinya ada 109 pengungsi, jadi kalau wakilnya (Wagub DKI) ada 109, baru semua tempat didatangi,” kelakar Anies Baswedan.
Di tempat terpisah, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi berjanji setelah persoalan banjir selesai, pihaknya akan membahas sosok Wagub DKI.
Hingga kini pimpinan DPRD DKI masih menunggu keputusan mengenai sosok Wagub DKI yang terbaru dibahas oleh partai pengusung.
“Sampai saat ini di meja saya masih ada dua nama, Pak Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto (keduanya kader PKS),” tutur Prasetio.
Sebelumnya, Ketua DPW Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik mengaku mendorong nama Sekretaris Daerah Pemprov DKI Saefullah, sebagai kandidat wakil gubernur tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.
"Saya belum ngomong sama sekda loh. Padahal saya umpetin, karena kamu nanya saya buka," ungkap Taufik saat dikonfirmasi, Kamis (7/11/2019).
Gerindra memilih nama Saefullah karena melihat rekam jejaknya dan dianggap mumpuni.
Taufik juga mengatakan, penunjukan tersebut agar komposisi kandidat yang diajukan Gerindra punya keberimbangan dari sosok internal maupun eksternal.
"Track recordnya aja. Kita ngomong ini nama dari dalam, terus siapa nama dari luar? Kita bilang Sekda saja," ungkapnya.
Partai besutan Prabowo Subianto ini sendiri mengajukan empat nama baru sebagai kandidat wagub DKI ke PKS.