PKS DKI Pertanyakan Bukti Pencoretan Ahmad Syaikhu sebagai Calon Wakil Gubernur Jakarta

Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI mempertanyakan kabar mengenai pencoretan nama Ahmad Syaikhu sebagai Calon Wakil Gubernur

Editor: Muhammad Zulfikar
Tribunnews.com
Logo PKS 

Pengajuan nama ke PKS demi mendapat kesepakatan antar partai pengusung pasangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017 silam.

Empat nama itu di antaranya Arnes Lukman, Wakil Ketua Partai Gerindra Ferry Juliantono, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria, dan Sekretaris Daerah Pemprov DKI Saefullah.

Sementara, nama Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu yang sedari tahun lalu disokong PKS, tak kunjung diproses oleh DPRD DKI.

Salah satu alasannya, Taufik mengira para dewan tidak begitu menerima dua nama tersebut.

Berangkat dari kondisi itu, Gerindra berinisiatif mengajukan nama baru yang dianggap lebih dikenal DPRD DKI.

Nantinya, sodoran nama dari PKS dapat disandingkan dengan empat nama yang diajukan Gerindra.

Gerindra berharap PKS bisa menyetujui sejumlah nama baru ini agar proses pemilihan wagub DKI bisa selesai secepatnya.

"Ini usulan kita ke dia, karena kita lihat macet (prosesnya). Ini gimana kalau opsi itu diambil," kata Taufik.

"Benar. Makanya kita usulkan ke PKS. Hasil informasi intenal Gerindra, kemarin dua nama macet," jelas Taufik.

"Yang diperlukan adalah, pertama jangan figur yang enggak DPRD kurang menerima, atau komunikasi."

"Dua, perimbangan. Ya sudah, kita usulkan dari kita ada, dari PKS ada," tuturnya.

Nantinya kata Taufik, dua nama yang disodorkan PKS sejak awal bisa disandingkan dengan empat nama yang diajukan Gerindra ke mereka, untuk mendapat kesepakatan bersama.

Gerindra berharap PKS bisa menyetujui sejumlah nama yang disodorkan demi proses pemilihan wagub DKI bisa selesai secepatnya.

Terkait usulan empat nama baru itu, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Arifin berharap Gerindra bisa menghormati kesepakatan awal soal siapa yang berhak mengisi kursi kosong tersebut.

Polisi Masih Tunggu Hasil Puslabfor Soal Penyebab Gedung Ambruk

Begini Penanganan Pertama Jika Terkena Ulat Bulu Menurut IDI Tangsel

Narapidana Tewas Gantung Diri di Ruang Isolasi Lapas Pemuda Tangerang

PKS meminta Gerindra tak mengkhianati kesepakatan yang sudah terjalin sebelumnya.

Sebab, dua partai politik pengusung Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017 ini, setuju untuk memberikan hak kursi wagub DKI kepada PKS.

"Kita ingin Gerindra menyepakati yang telah dibuat sama PKS. Agar itu dihormati dan tidak dicederai," kata Arifin saat dihubungi, Jumat (8/11/2019).

Arifin pun tidak sepaham dengan pernyataan Ketua DPW Gerindra DKI M Taufik yang menyebut dua nama usulan PKS mengalami kebuntuan dalam proses pemilihan di DPRD.

Dua nama usulan PKS, Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto, disebut Taufik tidak begitu diterima para anggota dewan.

Alhasil, Gerindra berinisiatif mengusulkan empat nama sekaligus yang mereka klaim lebih bisa diterima dan dikenal.

Politikus PKS ini pun heran dengan pernyataan Taufik.

Sebab, ia menilai pihak dewan yang sebenarnya sengaja membuat mandek pemilihan wagub DKI itu.

"Ini yang bikin mandek siapa?" tanya Arifin.

Hingga hari ini, PKS yakin kursi wagub DKI bisa tetap dimiliki PKS sebagaimana kesepakatan awal.

Arifin enggan mengaitkan usulan Gerindra dengan kondisi koalisi di tingkat nasional.

"Kan kesepakatan awal dengan Gerindra seperti itu," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Sohibul Iman Bilang Nama Ahmad Syaikhu Dicopot dari Daftar Cawagub, PKS DKI Malah Tanya Buktinya

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved