Bus Terguling di Subang

Keluarga Korban Kecelakaan Bus Subang Berharap Pemkot Depok Beri Bantuan Psikologis

Harapan suami dari Riri Apriyanti (37) yang termasuk satu dari delapan korban jiwa kecelakaan bus itu tak lepas dari kondisi para korban selamat.

Keluarga Korban Kecelakaan Bus Subang Berharap Pemkot Depok Beri Bantuan Psikologis
TribunJabar/Istimewa
Bus PO Purnama Sari, bus pariwisata yang mengalami kecelakaan di Subang, Sabtu (8/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Harun Rasyid (37) berharap bantuan psikologis dari Pemkot Depok kepada korban kecelakaan bus di Kabupaten Subang, pada Sabtu (18/1/2020)

Harapan suami dari Riri Apriyanti (37) yang termasuk satu dari delapan korban jiwa kecelakaan bus itu tak lepas dari kondisi para korban selamat yang masih dirawat.

"Khususnya yang mengalami luka berat dan ringan, karena saya lihat kondisi mereka sangat syok. Seakan berpikir kenapa ikut rombongan pergi jalan," kata Harun di Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (19/1/2020).

Dia khawatir korban yang seluruhnya kader PKK Posyandu Kelurahan Bonjong Pondok Terong berhenti dari tugasnya karena trauma.

Pasalnya kader PKK Posyandu bertugas membantu penanganan pelbagai masalah di masyarakat.

Dari penanganan sampah, ketahanan keluarga, hingga kesehatan dibebankan pada Kader PKK yang tak mendapat gaji itu.

"Saya takut mereka trauma dan berhenti, padahal peran para Kader PKK ini sangat penting. Mereka relawan yang enggak digaji tapi mau kerja bantu masyarakat," ujarnya.

Permintaan agar korban dapat bantuan psikologis itu sudah disampaikan ke Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Yakni saat tujuh jenazah kader PKK Posyandu Kelurahan Bonjong Pondok Terong tiba di Masjid As-Shobaraih, Citayam, Depok.

Halaman
1234
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved