Kisah Dimas, Buka Usaha Cendol Susu Untuk Modal Bangun Pesantren

Omah Cendol atau rumah cendol ini resmi dilaunching sekira bulan Desember 2019 lalu dan menyediakan cendol susu.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana di Omah Cendol saat ditemui di Jalan Buni, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (20/1/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Secara usia, Muhammad Dimas Prasetyo masih terbilang muda.

Pasalnya, di tahun ini usia sulung dari 2 bersaudara ini baru menginjak 22 tahun.

Kendati demikian, tekadnya untuk berbagi kepada sesama begitu kuat dan mendorongnya untuk membuka usaha, yang dinamai 'Omah Cendol'.

Omah Cendol atau rumah cendol ini resmi dilaunching sekira bulan Desember 2019 lalu dan menyediakan cendol susu.

Mulanya, Dimas mengatakan ingin membuka kedai kopi. Tetapi akibat satu dan lain hal, akhirnya ia memutuskan untuk membuka cendol susu di kawasan Jalan Buni, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Dimas tak pernah berpikir untuk bekerja di perusahaan.

Pemikiran inilah yang mendorongnya untuk merintis usaha tanpa harus bekerja lebih dulu di perusahaan untuk mencari modal.

"Jadi saya enggak pernah pengin kerja terikat. Makanya begitu lulus di tahun 2015 saya ikut tes masuk polisi tapi gagal. Kemudian saya coba lagi di tahun 2018 masuk TNI AL tapi gagal juga," katanya di Jakarta Timur, Senin (20/1/2020).

Merasa gagal dan tak bisa menjadi perwira polisi serta Tentara, akhirnya Dimas memutuskan untuk membuka jasa penyewaan mobil dengan penghasilan minimal Rp 3 juta perbulan.

Menariknya, mobil merek Toyota yang disewakannya ini merupakan kendaraan pribadi yang dibelinya dari mengumpulkan uang sekira 3 tahun lamanya.

"Setelah gagal tes polisi itu saya buka rental mobil dari mulut ke mulut aja sih. Nah kebetulan mobilnya dari uang yang saya kumpulkan zaman SMA itu. Jadi sehari minimal Rp 20 ribu wajib saya masukan di celengan. Alhamdulillah waktu itu kebeli mobil," sambungnya.

Suasana di Omah Cendol saat ditemui di Jalan Buni, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (20/1/2020)
Suasana di Omah Cendol saat ditemui di Jalan Buni, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (20/1/2020) (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Di sela usaha rentalnya yang terus berjalan, Dimas rupanya terus berpikir untuk mencoba hal yang baru.

Sampai di bulan Oktober ia bereksperimen dengan coba membuat cendol susu.

"Akhirnya saat ini saya punya 2 usaha. Sewa mobil sama cendol susu. Nah tapi fokusnya di cendol susu dulu," jelasnya.

Saat ini omset yang di dapat dari penjualan cendol susu minimal Rp 4 juta.

"Ya dibilang ramai banget sih belum. Tapi kita sudah punya pembeli yang lumayan. Jadi minimal 25 cup sehari pasti habis terjual," katanya.

Selain itu, Dimas memiliki trik sendiri untuk mempertahankan cita rasa dan wangi khas cendol susu yang dijualnya.

Yakni dengan cara menghitung tiap takaran bahan pembuatnya serta menggunakan sirup pandan hasil eksperimennya.

"Rp 4 juta sebulan pasti dapat. Jadi saya punya resep rahasianya di syrup pandan itu untuk pengganti rasa gurih yang dihasilkan oleh santan. Ya alhamdulillah sejauh ini masih stabil omsetnya meskipun musim penghujan," jelasnya.

Membangun pesantren

Baginya berbagi itu adalah hal yang penting. Ajaran baik yang diberikan oleh keluarganya selalu ingin ia contoh termasuk berbagi kepada orang yang membutuhkan.

Sejak awal, Dimas mengatakan membuka usaha Omah Cendol sebagai ladang ibadah.

Hal ini lantaran, tujuan sebenarnya dari berjualan cendol susu ialah untuk membangun sebuah pesantren.

"Jadi saya di sini kan dibantu Sadam (22). Jadi dari awal sudah berucap kalau sukses ini usaha, saya mau buka pesantren buat anak yang membutuhkan. Jadi pesantren gratis," katanya.

Oleh sebab itu, setiap keuntungan yang di dapat dari cendol susu, tiap bulannya akan disimpan untuk membangun pesantren.

"InsyaAllah 20 persen dananya diambil dari tabungan keuntungan usaha. Semoga segera terwujud," jelasnya.

Sadam (kiri) dan Dimas (kanan), pemilik Omah Cendol saat ditemui di Jalan Buni, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (20/1/2020)
Sadam (kiri) dan Dimas (kanan), pemilik Omah Cendol saat ditemui di Jalan Buni, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (20/1/2020) (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Persija Jakarta Hanya Kontrak Semusim dengan Opsi Perpanjangan, Ini yang Diharapkan Evan Dimas

Predator Anak Setubuhi Belasan Siswa, Pelaku Merupakan Ketua Ikatan Gay Tulungagung

Begal Payudara di Bekasi Mengaku Baru Lima Kali Melancarkan Aksinya

Gratiskan minuman untuk yang berpuasa

Selain ingin membangun pesantren gratis, Dimas menuturkan sudah memiliki program berbagi lainnya.

Untuk mereka yang berpuasa sunah Senin dan Kamis, maka akan diberikan cendol susu gratis.

"Kalau ini sudah berjalan 2 minggu setelah omah cendol di buka. Jadi mereka yang berpuasa kita berikan minuman gratis," katanya.

Bagi yang berpuasa hanya perlu mendatangi Omah Cendol selepas adzan dan program berbagi ini akan berlangsung hingga 30 menit setelah adzan.

Selanjutnya, Omah Cendol juga mengadakan program berbagi pada mereka yang kurang mampu.

"Saya sadar masih banyak dosa. Semoga dengan berbagi begini, bisa jadi ladang pahala juga buat saya. Insya Allah tujuan utama hadirnya Omah Cendol bisa terwujud segera supaya banyak anak kurang mampu bisa terbantu," tandasnya

Berikut harga yang ditawarkan di Omah Cendol:

Cendol susu original: Rp 7 ribu

Cendol susu rasa keju: Rp 8 ribu

Cendol susu rasa oreo bulat: Rp 8 ribu

Cendol susu rasa oreo soft: Rp 10 ribu

Cendol susu rasa ketan hitam: Rp 10 ribu

Cendol susu campur: Rp 15 ribu

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved