Edarkan Sabu 100 Gram, Tukang Es Puter Keliling di Semarang Menangis Terancam Hukuman Mati

Pengedar Narkoba jenis sabu dan ekstasi di Kota Semarang ini hanya bisa menangis saat dibawa ke Mapolrestabes Semarang, Rabu (22/1/2020).

Edarkan Sabu 100 Gram, Tukang Es Puter Keliling di Semarang Menangis Terancam Hukuman Mati
tribunjateng/hermawan handaka
Novianto Dwi Prabowo (30) tersanga pengedar sabu dan ekstasi menangis di Mapolrestabes Semarang, Rabu (22/1/2020) saat dirinya tahu akan diancam hukuman mati dan penjara seumur hidup. Tersangka telah mengederkan sabu dan ekstasi selana enam bulan terakhir. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SEMARANG - Pengedar Narkoba jenis sabu dan ekstasi di Kota Semarang ini hanya bisa menangis saat dibawa ke Mapolrestabes Semarang, Rabu (22/1/2020).

Pasalnya, pengedar bernama Novianto Dwi Prabowo (30) ini akan diancam hukuman mati atau penjara seumur hidupnya.

Sambil menunduk, Novinato, warga Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah ini telah mengedarkan 100 gram lebih sabu maupun ekstasi dalam kurun enam bulan terakhir ini.

"Setiap dapat paketan, saya buat Paket Hemat (PH)."

"Itu akan dikirim ke orang-orang sesuai arahan, setiap 28.3 gram, saya dapat Rp 1 juta via transfer."

"Ini saya dikendalikan oleh orang bernama AW," ungkap Novianto kepada tribunjateng.com.

Tersangka yang biasa berdagang sebagai tukang Es Puter, milik usaha orangtuanya itu tak tahu akan diancam hukuman seberat itu.

Dia mengaku, melakukan hal tersebut untuk mencukupi keluarganya.

"Ada istri dan ibu saya. Saya juga punya anak satu, masih kecil."

"Saya melakukan ini untuk mencari tambahan meski saya juga kadang mengonsumsinya (sabu)," ujarnya sembari menyapu air mata di pipinya.

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved