Lokalisasi Gang Royal

Kafe Esek-esek di Lokalisasi Rawa Bebek Bisa Untung Rp 40 Juta dalam Semalam

Wakil Ketua RT 002/RW 013 Kelurahan Penjaringan, Agung Tomasia mengatakan, satu kafe bisa meraup Rp 30-40 juta dalam semalam.

Kafe Esek-esek di Lokalisasi Rawa Bebek Bisa Untung Rp 40 Juta dalam Semalam
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Gang royal di Rawa Bebek, RT 02/RW 13 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (22/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Kafe-kafe yang berada di lokalisasi gang Royal, Jalan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, bisa meraup untung puluhan juta sekali beroperasi.

Wakil Ketua RT 002/RW 013 Kelurahan Penjaringan, Agung Tomasia mengatakan, satu kafe bisa meraup Rp 30-40 juta dalam semalam.

"Jadi saya pernah iseng-iseng nanya berapa pendapatan mereka, dijawab sekitar Rp 30-40 juta semalam," ungkap Agung saat ditemui pada Rabu (22/1/2020).

Berdasarkan pengakuan para pemilik kafe, kata Agung, banyak yang merupakan pindahan Kalijodo.

Keuntungan mereka pun berkurang ketika mereka pindah ke lokalisasi Royal.

"Kalau di Kalijodo katanya bisa sampai Rp 60 juta semalam," ucap Agung.

Agung mengatakan, di gang tersebut ada puluhan kafe yang beroperasi.

Kafe-kafe tersebut beroperasi mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 4.00 WIB di hari selanjutnya.

"Ada 25 tempat. Ada yang cuma sediakan kamar, ada juga yang hanya sediakan bar, tapi ada juga dua-duanya," kata Agung kepada wartawan.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membekuk enam tersangka sindikat perdagangan dan eksploitasi anak di bawah umur secara seksual dan ekonomi.

Duel Lawan Tim Italia, Garuda Select Tak Gentar Nama Besar Inter Milan

Anies Baswedan Sebut Telah Serahkan Surat Usulan 2 Nama Cawagub DKI ke DPRD

Viral Kabar Abi Pelajar SMP yang Menghilang: Dipicu Masalah Sepele Hingga Sang Ibu Meracau

Keenamnya diketahui memaksa dan mempekerjakan 10 anak perempuan sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Cafe Khayangan, Jalan Rawa Bebek, RT 02/RW 13, Penjaringan, Jakarta Utara.

Enam tersangka yang ditangkap masing-masing adalah R alias Mami Atun, A alias Mami Tuti, D alias Febi, TW, A dan E. Mami Atun selaku pemilik cafe bersama dengan Mami Tuti berperan sebagai mucikari.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved