Geliat Prostitusi di Depok

BREAKING NEWS Polisi Tangkap 3 Pria Jajakan Gadis di bawah Umur di Apartemen sekitar Margonda

Azis menuturkan 3 pelaku terancam dikenakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Ketiga pelaku ketika diamankan di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Selasa (28/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Polisi mengamankan tiga pelaku tindak pidana perdagangan manusia  berinisial MPR (19), AIR (17), dan BS (17).

Ketiga-nya diduga menjajakan dua remaja putri dibawah umur pada pria hidung belang di Kota Depok.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah menjelaskan, terungkapnya praktik prostitusi dibawah umur ini bermula ketika orang tua korban melaporkan anaknya AP (16) hilang sejak beberapa hari yang lalu.

Dari hasil penyelidikan, diketahui AP berada disebuah apartemen di kawasan Margonda dan dijajakan melalui aplikasi Michat pada pria hidung belang.

“Berawal dari seorang ibu yang melporkan putrinya hilang sejak 2 Januari 2020 lalu. Hasil penyelidikan korban diketahui berada di sebuah kamar apartemen di kawasan Margonda. Dari situ kami dalami ternyata ada perbuatan tindak pidana tentang perdagangan orang dimana anak yang hilang tadi dieksploitasi secara ekonomi maupun seksual artinya dijajakan sebagai pekerja seks komersial,” ucap Azis di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (28/1/2020).

Tilang Elektronik Bakal Diterapkan di Bekasi

Wanita Depresi yang Hendak Bunuh Diri di JPO Antasari Sudah Dikembalikan ke Orangtuanya

Lanjut Azis, pihaknya juga menemukan satu korban remaja putri lainnya berinisial ZF (16) yang juga dijajakan oleh para pelaku bersama dengan AP.

“Setelah kami dalami ada satu korban lainnya berinisial ZF ya, sekarang masih dalam pemeriksaaan,”

Azis menuturkan ketiga pelaku terancam dikenakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Terhadap pelaku kami sanggakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, ancaman kurungan penjara 10 tahun dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang perdagangan manusia ancamannya maksimal 15 tahun,” pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved