Ada Parkir Pesawat Khusus Pembawa Penumpang Suspect Corona di Bandara Soekarno-Hatta

PT Angkasa Pura II mengantisipasi wabah virus corona yang sedang melanda China dan telah menyebar ke beberapa negara.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Y Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Terminal 2 Domestik Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (15/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - PT Angkasa Pura II mengantisipasi wabah virus corona yang sedang melanda China dan telah menyebar ke beberapa negara.

Menggandeng Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta ditempuh untuk meningkatkan pengawasan yang baru tiba di Indonesia terutama dari China.

Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II, Agus Haryadi, mengatakan pihaknya menyediakan parkiran khusus pesawat di Bandara Soekarno-Hatta yang terindikasi membawa penumpang terjangkit virus corona.

"Bandara Soekarno-Hatta telah menyiapkan isolated area untuk parkir pesawat bila terdapat indikasi terdapat penumpang yang suspect selama penerbangan," ujar Agus kepada wartawan, Selasa (28/1/2020) malam.

Ia melanjutkan, seluruh penumpang akan dideteksi melalui Thermal Scanner yang mampu mendeteksi suhu tubuh manusia di atas normal.

Selain itu, KKP juga telah menyiapkan ruangan khusus yang tidak berhubungan dengan lalu lalang penumpang.

Di mana ruangan tersebut memiliki akses khusus ke sisi udara untuk kemudahan evakuasi.

Namun, Agus menyampaikan kalau hingga saat ini belum ada penumpang yang terdeteksi terjangkit virus corona.

"Sejauh ini belum ada penumpang yang suspect virus Corona di Bandara Soekarno-Hatta. Kami harap pengguna jasa bandara tetap tenang dan tidak panik," ucap Agus.

Sementara, Kepala KKP Kelas I Bandara Soekarno-Hatta Dr Anas Ma'ruf mengatakan, kalau pengawasan penumpang dari China kini semakin diperketat.

Pasalnya, penumpang yang tadinya diperiksa di kedatangan internasional Terminal 3 menggunakan Thermal Scanner kini diperiksa di depan pesawat langsung begitu mendarat.

"Kewaspadaan ditingkatkan dengan melakukan pemeriksaan setiap penumpang di depan pintu pesawat sebelum turun dari pesawat," kata Anas.

"Setelah itu kembali diawasi menggunakan Thermal Scanner yang sifatnya massal," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved