Mahasiswi Asal Bekasi Terisolir di Wuhan Sejak Merebaknya Virus Corona
Husnia merupakan mahasiswi asal Universitas Negeri Semarang (UNESA) yang sedang menjalani program pertukaran pelajar
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG - Mahasiswi asal Kabupaten Bekasi bernama Husnia hingga saat ini masih terisolir di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.
Dia terjebak akibat merebaknya virus corona yang mematikan di kota tersebut.
Husnia merupakan mahasiswi asal Universitas Negeri Semarang (UNESA) yang sedang menjalani program pertukaran pelajar.
Saat ini, Husnia dan mahasiswa asal Unesa lain masih terjebak dan hanya bisa bertahan di penginapan.
Bupati Bekasi Eka Supria Atamaja dalam keterangan pers yang diterima TribunJakarta.com, telah mengunjungi langsung kediaman keluarga Husnia di daerah Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu, (29/1/2020).
Kedatangannya bersama jajaran Dinas Kesehatan, dilakukan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga khususnya orangtua dari mahasiswi bernama Husnia.
"Saya sengaja datang untuk memberikan support kepada keluarga terutama orangtua dari anak kita Husnia, dan alhamdulillah menurut keluarganya kondisinya dalam keadaan sehat wal afiat," kata Eka.
Selain dukungan moril, Eka juga menyampaikan kepada pihak keluarga, bahwa Pemerintah Daerah akan berupaya melakukan langkah langkah kordinasi kepada pihak berwenang dalam hal ini Kementrian Luar Negeri maupun KBRI di China.
• Ditangkap di Tambun, Petinggi Sunda Empire Tenyata Sedang Bertamu di Rumah Saudara
• Heboh Pencuri Ban di Cikarang, Pelaku Nekat Usai di PHK, Hasil Curian Dijual ke Pedagang Rongsok
"Kami pemerintah daerah akan berupaya untuk memantau situasi dan berkordinasi dengan pihak berwenang baik Kementrian Luar Negeri maupun KBRI China untuk memastikan kondisi anak kita di sana," tuturnya.
Bupati juga berharap Husnia bersama seluruh Warna Negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di Wuhan, China dapat segera kembali pulang ke tanah air dengan kondisi selamat dan dalam keadaan sehat.
Untuk diketahui, Kota Wuhan, China hingga saat ini masih diisolir oleh pemerintah setempat. Setiap orang dilarang masuk atau keluar dari wilayah Ibu kota Provinsi Hubei tersebut.
Kasus merebaknya virus Corona terjadi sejak Desember 2019 lalu, ratusan orang dikabarkan telah meninggal dunia dan ribuan orang dipastikan terjangkit virus mematikan tersebut.
Dari informasi yang dikeluarkan oleh Kementrian Luar Negeri, terdapat kurang lebih 243 Jiwa WNI yang tinggal di Kota Wuhan, mayoritas dari mereka adalah mahasiswa yang sedang menimba ilmu di Negeri Tirai Bambu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bupati-bekasi-eka-supria-atmaja-kemarin.jpg)