Polemik Revitalisasi Monas

Tebang Pohon di Monas, PDIP Sebut Anies Langgar Janji Kampanye Jadikan Udara Jakarta Seperti Puncak

Anies sempat berjanji jika terpilih menjadi gubernur akan mengubah kondisi udara Jakarta seperti di kawasan puncak Bogor, Jawa Barat.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Kompas.com/Garry Lotulung, M Lukman Pabriyanto, Kolase: Dino Oktaviano
Foto sebelum dan sesudah kawasan Monumen Nasional sisi selatan yang pohonnya ditebang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melanggar janji kampanyenya dengan melakukan penggundulan di kawasan Monumen Nasional (Monas).

Pasalnya, Anies sempat berjanji jika terpilih menjadi gubernur akan mengubah kondisi udara Jakarta seperti di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.

"Pak Anies kan janji pada warga Jakarta dalam waktu satu tahun setelah menjabat sebagai gubernur, udara Jakarta akan sama seperti di puncak," ucapnya, Sabtu (1/2/2020).

Hal ini pun sangat disayangkan oleh Gembong lantaran Anies malah menggunduli kawasan Monas demi memuluskan proyek yang menelan biaya hingga puluhan miliar itu.

Padahal, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudyaan itu seharusnya menambah ruang terbuka hijau (RTH) agar suhu udara Jakarta semakin sejuk sesuai dengan janji kampanyenya.

"Jadi bagaimana udara mau seperti dipuncak kalau pohonnya ditebangi. Kan gitu logika sederhananya," ujarnya.

Sebelumnya, pemenang sayembara desain revitalisasi Monas, Deddy Wahjuni buka suara soal polemik penebangan ratusan pohon demi memuluskan proyek revitalisasi kawasan bersejarah itu.

Dalam desain yang dibuatnya, Deddy mengaku tak ada rencana penebangan pohon dalam desain asli revitalisasi Monas.

Untuk menghindari penebangan, ia pun mengaku telah membuat desain sedemikian rupa agar pembangunan plaza di sisi selatan Monas yang nantinya akan digunakan untuk lokasi upacara tak mengorbankan ratusan pohon di kawasan itu.

"Jadi sebetulnya kalau kita bicara upacara kan enggak harus di ruang terbuka sekali. Jadi saya pikir upacara tidak apa-apa dibayang-bayang pohon," ucapnya, Jumat (31/1/2020).

"Jadi biar saja ada plaza, tapi pohon-pohon tetap dipertahankan," tambahnya menjelaskan.

Bagaimana nasib pohon di Monas?

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mempertanyakan nasib ratusan pohon yang ditebang dan dipindahkan demi memuluskan proyek revitalisasi kawasan Monas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved