Pria di Ogan Ilir Tewas Dalam Kondisi Mengenaskan, Keluarga Duga Korban Sengaja Dibunuh Karena Ini

Seorang pria warga Jalan Talang Pangeran Ilir Pemulutan, Kec. Pemulutan Barat, Ogan Ilir Sumatera Selatan ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Rr Dewi Kartika H
Tangkapan Layar Sripoku
Keluarga Abu Bakar ketika berada di RS Bhayangkara Palembang (sripoku.com/anisa) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang pria warga Jalan Talang Pangeran Ilir Pemulutan, Kecamatan Pemulutan Barat, Ogan Ilir Sumatera Selatan ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, Senin (3/2/2020).

Pria bernama Abu Bakar (54) itu ditemukan tewas dengan luka tusuk di perut di samping gorong-gorong di pinggir jalan.

Tepatnya berlokasi di perbatasan Desa Ulak Kembang Ilir dan Desa Ulak Kembang 1 Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Saat ditemukan sekira pukul 11.00 WIB, korban berada 300 meter dari pabrik miliknya dan kondisi jenazah Abu Bakar sangat mengenaskan.

Tersandung Kasus KDRT hingga Ditahan 3 Hari di Polres Jaksel, Nikita Mirzani Akui Rindukan Sosok Ini

Tewasnya Abu Bakar diketahui saat adik ipar korban mendapat telepon dari seorang temannya.

"Ada kawan aku nelpon yang lihat bahwa kakak meninggal di Jalan Gotong Royong kira kira 300 meter dari pabriknya," ujar Imron (49), adik ipar korban.

Setelah dilihat Abu Bakar sudah tewas dan terdapat banyaknya bacokan di bagian tubuhnya.

Mengetahui hal tersebut pihak keluarga langsung menghubungi polsek setempat untuk membawa jenazah agar dilakukan pemeriksaan.

Abu Bakar diduga telah menjadi korban pembunuhan.

Saat ini jenazah korban telah berada di Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk menjalani pemeriksaan.

Pihak keluarga juga sudah mulai berdatangan guna melihat jenazah korban.

Korban Sempat Pamit ke Anak

Sebelum ditemukan tewas, Abu sempat pamit kepada anaknya untuk ke pabrik padi dengan membawa 1 tas.

Sebelum pergi, Abu Bakar rupanya sempat menerima telepon dari seseorang.

Usai menerima panggilan telepon, korban pun pamit dan pergi ke pabrik yang dimaksud dengan menggunakan sepeda motornya.

Ada hal yang tak biasa saat jenazah korban ditemukan.

"Saat itu dia pamit sama dua anaknya. Kebetulan istrinya lagi berobat di Palembang," ujar sepupu korban, Nanik (53) dikutip TribunJakarta dari TribunSumsel.

Selang beberapa jam kemudian, pihak keluarga dikagetkan dengan kabar bahwa Abu ditemukan tewas di pinggir gorong-gorong

Yakni sepeda motor yang digunakan korban masih utuh.

Sepeda motor tersebut tidak hilang, dan masih ada di lokasi tempat korban ditemukan.

3 Hari Meringkuk di Polres Jaksel, Nikita Mirzani Tunjukan Ekspresi Semringah: Seru di Dalem

Korban Ternyata Pengusaha Sukses

Abu Bakar dikenal sebagai seorang pengusaha asal Ogan Ilir.

Diketahui Abu Bakar memiliki banyak usaha di berbagai sektor.

Tak hanya itu, ia juga punya 2 istri dan 5 anak.

"Usahanya banyak, mulai dari penggilingan padi, dermaga beserta speedboat dan tongkang, jasa angkutan dan peternakan," terang Imron.

Keluarga Yakin Korban Sengaja Dibunuh

Pihak keluarga korban meyakini bahwa Abu Bakar sengaja dibunuh oleh seseorang.

Hal itu dilihat dari kendaraan yang digunakan korban tidak hilang dan masih ada di lokasi saat mayat Abu Bakar ditemukan.

"Kami berkeyakinan tersebut, karena motor yang dipakai korban tidak hilang. Ada di lokasi tempat korban ditemukan," ungkap Imron di RS Bhayangkara Palembang.

Saat mendatangi lokasi, keluarga melihat korban mengalami luka tusuk di tubuhnya.

Sedangkan sepeda motornya tidak hilang.

Dari sana keluarga sangat kuat menduga memang korban ini sengaja ini dibunuh.

"Kami tidak tahu, korban ini ada musuh atau tidak. Karena, selama ini biasa saja tidak pernah ada musuh. Nanti, biarlah polisi yang mengungkap kasusnya," ungkapnya.

Diduga Karena Persaingan Bisnis

Keluarga menduga, Abu Bakar sengaja dibunuh karena motif persaingan bisnis.

Sebab, Abu Bakar memiliki banyak usaha yang sukses diberbagai sektor.

Berbagai usaha korban yang digelutinya sejak lama, berkembang pesat.

Dari sana keluarga menduga, ada orang-orang yang tidak senang dengan usaha yang digeluti korban.

"Mungkin, dari salah satu usaha yang sudah maju ini ada yang tidak senang karena persaingan," ungkap Imron.

Mayat Bayi Dibuang di Kebon Pala, Lokasinya Dekat Jasad Ibu Hamil Korban Pembunuhan

Korban Dikenal Dermawan

Keseharian korban dikenal tidak banyak ulah, korban juga dikenal tidak pilih-pilih dalam bergaul.

Korban juga dikenal cukup dermawan apabila ada orang yang ingin meminta bantuan.

Banyak usaha yang dilakoni, namun korban sama sekali tidak pernah mau bergelut di dunia politik atau ingin mencalonkan diri sebagai kades.

"Tidak pernah sama sekali mau mencalonkan diri sebagai kades, walaupun usahanya banyak dan semuanya berjalan. Tetapi, kalau dekat dengan orang-orang politik atau jadi tim sukses, itu sempat ikut."

"Tetapi untuk terjun korban tidak pernah dan memang lebih senang bergerak di bidang usaha," ungkapnya.

(TribunJakarta/TribunSumsel/Sripoku)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved