Napi Kontrol Peredaran Narkoba, Komisi III DPR Singgung Kinerja Kemenkumham

Selama para gembong narkoba yang mendekam dalam penjara punya akses menggunakan handphone dan mampu berkomunikasi.

TribunJakarta/Bima Putra
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni saat memberi keterangan di mantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Selasa (4/2/2020) 

"Diingatkan sering, tapi mungkin kita akan memberikan ketegasan pada saat rapat dengan Kumham yang akan datang, mungkin sebelum reses," tuturnya.

Meski dalam rapat dengar pendapat yang diagendakan Komisi III dengan Menkumham pada Senin (3/2/2020) Yassona Laoly tak hadir.

Dia memastikan bakal menyampaikan kritik agar Kemenkumham memperketat pengawasan ke Yassona secara langsung.

"Saya sampaikan nanti bagaimana tindak tegas untuk tidak berkomunikasi di Lapas," lanjut Sahroni.

Sebelumnya, Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan nyaris 80 persen peredaran narkoba di Indonesia dikontrol napi.

Dia menyebut bila dalam satu hari napi tak mengganggu handphone maka peredaran narkoba di Indonesia turun 50 persen.

Viral Video Pelajar Lakukan Vandalisme di Underpass Tanah Abang, Polisi Amankan Pelaku

4.000 Lebih Warga Tangerang Terdampak Banjir 3,5 Meter Mengungsi ke GOR: Butuh Banyak Bantuan

4.000 Lebih Warga Tangerang Terdampak Banjir 3,5 Meter Mengungsi ke GOR: Butuh Banyak Bantuan

"Tidak usah terlalu jauh, kalau misalnya alat komunikasi di dalam Lapas bisa hilang saja, saya yakin 40-50 persen peredaran narkoba akan berkurang di Indonesia," kata Arman, Jumat (29/11/2019).

Sementara Brigjen Eko Daniyanto yang kala itu menjabat Dir Tipid Narkoba Bareskrim Polri menuturkan 90 persen peredaran narkoba dikontrol napi.

"Kepala BNN bilang hampir 80 persen, saya bilang hampir 90 persen pengendali dari Lapas," kata Eko, Senin (2/12/2019).

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved