Orangtua Belum Tiba di Jakarta, 4 Pelajar Yayasan Nurul Amal Masih Berada di Panti Sosial
Penyerahan empat pelajar Yayasan Nurul Amal, Kramat Jati yang sempat hilang lalu ditemukan di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani tertunda.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Anak yang secara usia paling kecil kembali karena merasa lapar usai menempuh perjalanan ke Pasar Embrio, Kecamatan Makasar.
Namun setelah ditunggu, Hardianto, Rizki, Irsal dan Rino yang semuanya berasal dari Jambi tak kunjung kembali ke Yayasan Nurul Amal.
"Yang paling kecil kembali karena lapar, jadi pulang di hari itu juga. Kata dia, sampai saat dia pulang empat anak lain masih ada di Pasar Embrio," ujarnya.

Dicky menuturkan sempat beredar kabar keempatnya pergi ke Tangerang menemui satu kerabat mereka yang berdagang Durian.
Namun kabar hilangnya empat anak lebih dulu sampai ke kerabat yang merupakan paman dari satu anak tersebut.
"Tapi pamannya sendiri ikut mencari bersama kita dan pihak Yayasan. Setelah dapat laporan kita melakukan penyelidikan bersama paman yang jual Durian tadi," tuturnya.

Pencarian Hardianto, Rizki, Irsal dan Rino pun dimulai dari Pasar Embrio sesuai keterangan yang disampaikan satu murid.
Namun upaya tak berjalan mulus karena para pedagang dan warga yang beraktivitas di Pasar Embrio memberi keterangan berbeda.
"Ada yang bilang ngamen, minta sadakoh, di Masjid, simpang siur lah. Lalu ada teman anak ini yang bilang kalau mereka pergi ke Terminal Kampung Rambutan untuk saudaranya," tuturnya.
Pencarian berlanjut hingga ke sekitar Pasar Kramat Jati yang berjarak sekitar satu meter dari Yayasan Nurul Amal.

Pada Kamis (30/1/2020) Dicky menyebut seorang pedagang kue cucur mengaku bertemu dengan empat anak yang hilang.
"Kata ibu pedagang kue cucur anak-anak ini minta makan, lalu dikasih lah. Artinya anak-anak ini belum pergi jauh, masih di sekitar Kramat Jati," lanjut Dicky.
Pihak Yayasan Nurul Amal berupaya menyebar selebaran informasi orang hilang yang memuat wajah empat anak agar lekas ditemukan.
Tak disangka, pada Minggu (2/2/2020) pihak Yayasan menerima telepon dari pengurus Panti Sosial Marsudi Putra Handayani.
"Pengurus Yayasan selanjutnya telepon ke kami (Polsek Kramat Jati). Bersama pihak keluarga juga, tadi pagi kami cek bersama ke Panti dan ternyata benar ketemu," sambung dia.