Food Story

Menyantap Bubur Cap Tiger di Jakarta Selatan: Rasa Khas Kaldu Jadi Kunci Kelezatan

John mengatakan kaldu ayam diolah selama sekira 8 jam untuk menghasilkan cita rasa yang nikmat.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Bubur Cap Tiger di Jalan Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (5/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Cita rasa Bubur Cap Tiger mengingatkan akan deretan tempat bubur khas Pecinan di Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Bukan sembarang menghasilkan bubur ala kadarnya, Bubur Cap Tiger mengedepankan rasa.

Gurihnya bubur ini tercipta dari konsistensi dalam proses memasak yang tak sebentar. Bahkan, menguji kesabaran dalam setiap adukannya.

Maka tak heran, rasa dari semangkuk bubur sederhana ini bukan hanya mengenyangkan.

Namun, memberikan sensasi yang berbeda dalam setiap suapannya.

TribunJakarta.com menyambangi tempat Bubur Cap Tiger yang beralamat di Jalan Cikajang, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Di sana, John Darmawan (33), salah satu pemilik dari Restoran Bubur Cap Tiger menjelaskan seputar restorannya yang baru berdiri sekira satu tahun silam.

Bubur Cap Tiger menyediakan bubur klasik Cina dengan empat varian bubur.

Bubur polos, bubur ayam, bubur ikan dori dan bubur beras merah.

Menurut John, pengolahan bubur yang tak sebentar membuat buburnya istimewa.

Restoran Bubur Cap Tiger di Jalan Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (5/2/2020)
Restoran Bubur Cap Tiger di Jalan Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (5/2/2020) (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Kaldu Jadi Kunci

Hal utama yang harus diperhatikan kala mengolah bubur adalah kaldu.

Kaldu memengaruhi rasa dari bubur yang dihasilkan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved