Breaking News:

Diskotek di Jakarta Ditutup

BREAKING NEWS 108 Pengunjung Positif Narkoba, Diskotek Golden Crown dan Venue Terancam Ditutup

Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali merazia sejumlah tempat hiburan malam Diskotek Golden Crown di Jakarta Barat dan Venue Jakarta Selatan.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Cucu Ahmad Kurnia saat ditemui di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali merazia sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta.

Ada dua lokasi yang menjadi sasaran BNN, yaitu diskotek Golden Crown di Jakarta Barat dan tempat hiburan malam (THM) Venue di kawasan Jakarta Selatan.

Adapun BNN bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta melakukan razia itu pada Kamis (6/2/2020) dini hari.

Dari razia tersebut, BNN menemukan adanya 108 orang pengunjung yang positif mengkonsumsi narkoba setelah dilalukan tes urin.

Rinciannya, 107 pengunjung positif narkoba jenis sabu dan ekstasi ditemukan di Diskotek Golden Crown dan satu pengunjung di Venue.

Kini, kedua tempat hiburan malam itu pun terancam ditutup. Pasalnya, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta mengancam akan mencabut tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) dua tempat hiburan malam itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Cucu Ahmad Kurnia mengatakan, pihaknya kini masih menunggu surat resmi dari BNN dan BNNP DKI terkait temuan adanya penyalahgunaan narkotika di dua tempat tersebut.

"Dasarnya harus ada pernyataan tertulis secara resmi, bukan statement lisan. Pokoknya, kalau benar laporan BNNP menyatakan ada (penggunaan narkoba), ya kita tutup," ucapnya, Kamis (6/2/2020).

Cucu menduga, adanya penyalahgunaan narkotika di Diskotek Golden Crown dan Venue itu disebabkan oleh kelalaian dari pihak manajemen.

Sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 18 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata disebutkan bahwa manjemen (THM) harus mengawasi penggunaan narkoba.

Ini tertuang dalam Pasal 38 Pergub 18/2018 yang menyebutkan bahwa setiap pengusaha pariwisata wajib mengawasi dan melaporkan apabila terjadi transaksi dan atau penggunaan/konsumsi narkotika dan zat psikotropika lainnya di lingkungan.

Kemudian, pada Pasal 54 ayat (1) juga tertulis bahwa setiap manajemen perusahaan pariwisata yang terbukti melakukan pembiaran terjadinya peredaran, penjualan dan pemakaian narkotika dan/atau zat psikotropika lainnya di lokasi tempat usaha pariwisata dalam 1 (satu) manajemen dilakukan pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) secara langsung.

"Kalau memang terbukti ada keterlibatan manajemen atau pembiaran, ita lakukan tindakan Pergub 18 tahun 2018," ujarnya saat ditemui di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

"Kita akan rekomendasikan untuk ditutup," tambahnya menjelaskan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved