Sisi Lain Metropolitan
2 Tahun Berdiri Bantu Sarana dan Prasarana Sekolah, Gelagar Pemimpi Masih Terkendala Dana
Saat ini tercatat, sudah ada 9 MI di kawasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang di renovasi dan perbaiki secara sarana dan prasarananya.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, CILEUNGSI - Dua tahun berdiri, komunitas Gelagar Pemimpi masih terkendala dana.
Gelagar Pemimpi merupakan sebuah gerakan yang diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat untuk membantu dan menjembatani mimpi-mimpi besar adik-adik generasi penerus bangsa.
Gerakan yang dibentuk oleh sejumlah anak muda lulusan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 30, Jakarta Timur ini, sedikit banyak akan membantu program pendidikan Indonesia untuk mencapai target yang diinginkan.
Sementara untuk sasaran utamanya, Gelagar Pemimpi memfokuskan diri pada lembaga pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI), dengan fasilitas penunjang pendidikan yang kurang layak bahkan tidak layak, didahulukan dengan survei.
Saat ini tercatat, sudah ada 9 MI di kawasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang di renovasi dan perbaiki secara sarana dan prasarananya.
Namun, menurut dua orang diantara tim Gelagar Pemimpi, Rahmat Zamzami (22) dan Puja Tri Nova (24), komunitas Gelagar Pemimpi ingin sekali melebarkan sayapnya ke kota atau kabupaten lain.
Pembahasan untuk merenovasi sekolah lain sempat dicanangkan oleh tim Gelagar Pemimpi.
Namun, masalah finansial menjadi kendala utama, sekali pun permintaan untuk melakukan renovasi di tempat lain sudah banyak yang ditampung.
"Sebenarnya kita enggak terfokus pada satu lokasi aja. Jadi penginnya juga ke tempat lain. Seperti ke Banten, tapi balik lagi dana tadi," ucap mereka bersahutan kepada TribunJakarta.com, Jumat (7/2/2020).
Untuk satu kali aksi, komunitas Gelagar Pemimpi sekiranya akan mengeluarkan dana sekira Rp 20 juta.
Dana tersebut diakui keduanya di dapat dari donatur tetap dan donatur tidak tetap.
"Selama ini kita adakan aksi itu tiap 2 atau 3 bulan sekali. Dana itu pasti sekira Rp 20 juta keluar untuk satu aksi. Makanya setelah aksi selesai kita harus segera survei untuk menentukan estimasi dana dan segera cari donatur," lanjutnya.
Untuk itu keduanya berharap masalah dana bisa segera diatasi agar tiap sekolah di Indonesia bisa terbantu.
Dedikasikan hidup bantu pendidikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/aksi-perbaikan-sarana-dan-prasarana.jpg)