Perayaan Cap Go Meh di Bekasi

Melihat Perayaan Cap Go Meh di Bekasi: Aksi Reog, Ondel-ondel Hingga Barongsai

Perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi berlangsung meriah. Arak-arakan selama perayaan Cap Go Meh ini menampilkan pertunjukan dari berbagai kesenian.

TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi berlangsung meriah.

Pertunjukan arak-arakan budaya berlangsung di sekitaran Kelenteng Hok Lay Kiong, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Sabtu (8/2/2020).

Arak-arakan dalam perayaan Cap Go Meh ini menampilkan pertunjukan dari berbagai kesenian bukan hanya identik dengan budaya tionghoa.

Ribuan peserta memulai arak-arak dari Kelenteng Hok Lay Kiong, lalu berjalan ke Jalan RA. Kartini, masuk ke Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan KH. Agus Salim.

Dari situ, ribuan peserta jalan kaki menuju Jalan Baru Pejuangan Jembatan Besi Rumah Duka untuk selanjutnya masuk ke Jalan Perjuangan arah Stasiun Bekasi.

Setelah dari Stasiun Bekasi, peserta kembali masuk di Jalan Ir. Juanda Bulan-bulan lalu mengarah ke Pasar Proyek Bekasi Timur untuk selanjutnya ke Jalan Mayor Oking dan finis di Kelenteng Hok Lay Kiong.

Pantauan TribunJakarta.com, beberapa kesenian ditampilkan mulai dari Reog Ponorogo, Ondel-ondel khas Betawi, Sisingaan, Egrang dan tentunya Barongsai.

Perpaduan kesenian khas nusantara dan tionghoa ini berpadu dalam kemeriahan yang sama di acara Cap Go Meh di Bekasi.

Ketua Yayasan Pancaran Tridharma selaku pengelola Kelenteng Hok Lay Kiong, Ronny Hermawan, mengatakan, perpaduan budaya yang disajikan dalam perayaan Cap Go Meh sudah ada setiap tahun.

"Ini memang tradisi setiap tahun jadi ada Reog ada Ondel-ondel, ada Barongsai, ini cerminan dari Bagsa Indonesia terdiri dari beragam suku dan budaya, sudah berakulturasi sejak dulu jauh sebelum republik ini berdiri, jadi tontonan seperti ini di tahun 1960an sudah biasa," kata Ronny.

Perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi
Perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi (TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar)

Menurut Ronny, perayaan Cap Go Meh memang sempat dilarang di era Orde Baru. Tetapi, sejak Gus Dur memimpin, umat Tionghoa di Indonesia khususnya di Bekasi telah bebas menunjukkan identitasnya.

"Cuma memang sempat dilarang di era presiden soeharto dia keluarkan inpres nomor 14 tahun 67 kemudian dicabut sama Gus Dur jadi sekarang bisa boleh," jelas dia.

Perpaduan budaya dan kesenian dalam perayaan Cap Go Meh di Bekasi tentu merupakan cermin kerukunan.

Umat Tionghoa di Bekasi merupakan mereka yang sudah lama tinggal di tanah air sejak zaman dahulu kala dan tidak bisa lepas dari kebudayaan khas nusantara pada umumnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved