Perayaan Cap Go Meh di Bekasi
Tahun Tikus Logam, Warga Tionghoa Bekasi Maknai Kejayaan Untuk Penegak Hukum
Ketua Yayasan Pancaran Tridharma selaku pengelola Kelenteng Hok Lay Kiong, Ronny Hermawan, mengatakan tahun ini merupakan tahun tikus logam.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Ribuan warta keturunan Tionghoa menutup perayaan Tahun Baru Imlek 2571 dengan merayakaan arak-arakan di sejumlah ruas jalan di Kota Bekasi.
Acara yang akrab disebut Cap Go Meh ini berlangsung meriah dengan menampilkan pertunjukkan kesenian dan budaya yang terpusat di Kelenteng Hok Lay Kiong, Bekasi Timur.
Ketua Yayasan Pancaran Tridharma selaku pengelola Kelenteng Hok Lay Kiong, Ronny Hermawan, mengatakan, tahun ini merupakan tahun tikus logam.
"Cap Go Meh itu hanya perayaan saja bukan ritual agama, penutupan dari masa Tahun Baru Imlek, tahun ini adalah tahun Tikus Logam," kata Ronny disela acara, Sabtu, (8/2/2020).
Harapan umat di tahun baru ini tentu menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, tikus menurut Ronny sebagai sesuatu yang cerdik.
"Tahun ini tahun tikus logam, ya harapanya lebih baik lagi dari kemarin, tikus itukan binatang yang cerdik, kita kudu cerdik lebih cerdik lagi, tapi juga jangan dicerdikin orang lain ini kudu hati-hati," ungkap Ronny.
• Dua Pelajar Korban Penyerangan di Depok Terluka Akibat Sabetan Celurit
• Pengendara yang Mencekik Polisi di Pinggir Jalan Tol Berhasil Ditangkap
Tahun Tikus Logam ini juga dimaknai sebagai sinyal kejayaan bagi orang-orang yang memiliki profesi sebagai penegak hukum, advokat atau pengacara.
"Tikusnya logam, logam itu yang berjaya orang-orang yang berprofesi unsurnya logam seperti pengak hukum, pengacara advokat," ucap Ronny.
"Logam itu membunuh kayu, kalau di kita itu kayu dimaknai untuk orang yang berprofesi seperti politisi, anggota DPR, pejabat itu hati-hati tuh kalau kena logam bisa patah," tegas dia.
Untuk itu, di Tahun Tikus Logam ini, dia menghimbau agar para politisi, pejabat pemerintah dan sejenisnya agar hati-hati karena resiko tersandung kasus seperti misalnya korupsi.
"Makanya banyak politisi ditangkap KPK, tahun logam ini probabilitasnya (peluang) lebih besar dia kena masalah," tegas dia.