Banjir di Tangerang

Pascabanjir, Sampah di Tangerang Naik 13 Persen Sampai Ratusan Ton

Menurut data, pascabanjir di Kota Tangerang, muncul tumpukan sampah seberat 604 ton.

Pascabanjir, Sampah di Tangerang Naik 13 Persen Sampai Ratusan Ton
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Ratusan personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang yang mengangkut sampah pascabanjir di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Jumat (7/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Banjir di Kota Tangerang sudah surut namun meninggalkan masalah sampah yang melimpah.

Sebelumnya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang terendam banjir setinggi tiga meter selama satu pekan lamanya.

Kini, tinggal sampah yang menumpuk menjadi persoalan yang harus dihadapi oleh Pemerintahan Kota Tangerang.

Dari data yang didapatkan, pascabanjir di Kota Tangerang, muncul tumpukan sampah seberat 604 ton.

"Kenaikan sampah sekitar 13 persen (pascabanjir)," kata Kepala Bagian Humas Pemerintahan Kota Tangerang, Buceu Gartina kepada TribunJakarta.com, Rabu (12/2/2020).

Lebih rinci, 604 ton sampah yang terkumpul itu merupakan hasil sampah yang terkumpul dari tanggal 7 sampai 9 Februari 2020.

Pegawai Perusahaan Otobus (PO) di Terminal Kampung Rambutan Terlibat Cekcok, Satu Orang Luka Bacok

TKA Asal China Ditemukan Membusuk di Lokasi Proyek Apartemen, Polisi Bantah Dugaan Virus Corona

Pada 7 februari 2020 terkumpul 185 ton sampah, 8 Februari 2020 sebanyak 259 ton, dan 160 ton pada 9 Februari 2020.

"Sampah itu hanya sampah yang terkumpul di Kecamatan Periuk saja," sambung Buceu.

Sebab, normalnya pada hari-hari biasa terkumpul sampah seberat 1200 sampai 1400 ton per harinya.

Menurut Buceu, sampah terbanyak yang dihasilkan pascabanjir pekan lalu berasal dari rumah korban terdampak banjir.

"Barang-barang rumah tangga paling banyak, kayak lemari gitu," tutupnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved