Pengurus Diduga Culik Anak, SMK di Cilangkap Didemo Keluarga

Pihak sekolah beralasan FS dan pengurus Yayasan sedang tak berada di sekolah sehingga belum bisa memberi keterangan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Pihak keluarga saat menunjukkan foto RP dan BRL yang diduga diculik FS saat berdemo depan sekolah, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (14/2/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Satu SMA/SMK swasta di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung didemo keluarga besar korban dugaan penculikan anak.

Mereka keluarga dari anak perempuan berinisial RP (11), dan laki-laki BRL (7) yang diduga diculik pengurus sekolah berinisial FS Sejak 15 November 2019.

Layaknya aksi demo, pihak keluarga membawa foto RP dan BRL yang diduga diculik FS saat proses pemakaman ayah mereka berlangsung.

"Saya adik kandung almarhum, itu keponakan saya. Dia (FS) enggak ada hubungan apa-apa, makannya kita katakan diculik," kata paman RP dan BRL, Manomu Sagala di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (14/2/2020).

Meski tak diperbolehkan masuk oleh petugas keamanan sekolah karena alasan tak mendapat izin dari pengurus Yayasan.

Seorang guru pria yang menemui pihak keluarga depan gerbang membantah pengurus sekolah menyembunyikan RP dan BRL.

"Enggak ada kami menyembunyikan anak, apalagi sampai menculik," bantah guru tersebut.

Namun saat pihak keluarga menunujukkan video berdurasi sekitar 1 menit yang menampilkan RP sedang bersama FS.

Guru tersebut membenarkan bila perempuan dalam video merupakan FS saat kegiatan perayaan Hari Guru pada 25 November 2019 lalu.

"Iya, benar ini dalam sekolah. Saat ada kegiatan Hari Guru, tapi saya enggak tahu masalah itu," lanjut sang guru.

Mendengar pengakuan, Manomu dan anggota keluarga lalu mempertanyakan di mana FS dan dua keponakannya berada.

Pihak keluarga juga menunujukkan bukti laporan ibu RP dan BRL, Tiarma Troida yang tercatat di SPKT Polda Metro Jaya pada 17 Desember 2019 lalu.

"Ini ada buktinya, jangan berlindung di balik institusi sekolah dong. Ada video di facebook kalau keponakan saya ada di sekolah ini, makannya kita datang ke sekolah," sambung Manomu.

Nahas setelah berdebat sekitar 15 menit, pihak keluarga tetap tak mendapat penjelasan alasan RP hadir dalam kegiatan Hari Guru.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved