Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan Korban Tenggelam, Pangkostrad Ungkap Rasa Bangga dengan 7 Prajurit

Mereka menyelamatkan nyawa Dedi Bagus Setiawan (24), yang tenggelam di tengah laut, pada Minggu (9/2/2020).

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Prada Wilyam Keni Muai (tengah), saat diwawancara awak media, di Markas Kostrad, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020) pagi. 

Ketiga, prajurit Kostrad seyogiayanya memiliki pancaran mata yang menaklukan perasaan manusia.

"Memiliki pancaran mata yang mampu menaklukkan dan menyayangi. Bukan yang bringas," tegasnya.

Keempat, lanjut Harto, memiliki komunikasi yang baik.

"Mampu berdialog, berdebat, dan diplomasi untuk meyakinkan orang lain," ujar Harto.

"Kelima, kesiaagaan dan kewaspadaan. Ciri utama dari Kostrad. Selalu waspada dan siap sedia di mana pun bertugas," sambungnya.

Keenam, kata dia, daya imajinasi yang tinggi membaca situasi.

"Prediksi yang sedang dan akan terjadi. Dalam satu proses perencanaan yang baik," tambahnya.

Ketujuh, harus siap mengambil keputusan yang cepat.

Yakni Keputusan yang terbaik sesuai pikiran dan hati nurani.

"Terakhir, harus yakin bahwa yang dilakukan adalah tindakan yang baik," ucap Harto.

Pernyataan Prada Wilyam Keni Muai: Menolong Tanpa Diperintah

Prada Wilyam Keni Muai menjelaskan kronologi saat melakukan penyelamatan terhadap Dedi Bagus Setiawan.

Pada Minggu, 9 Februari 2020 cuaca saat siang menjelang sore begitu buruk.

Gemuruh petir dan gelombang ombak besar menari-nari di tengah laut Makassar.

"Pada saat itu pergeseran pasukan dari Makassar menuju Timika, Papua," beber Wilyam, pada kesempatan yang sama.

"Tiba-tiba saya kaget mendengar penumpang kapal berteriak bahwa ada satu penumpang yang jatuh," sambung Wilyam.

Sesi foto bersama Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Letnan Jenderal TNI Besar Harto Haryawan dengan tujuh prajurit dua (Prada) beserta jajarannya, di Markas Kostrad, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020) pagi
Sesi foto bersama Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Letnan Jenderal TNI Besar Harto Haryawan dengan tujuh prajurit dua (Prada) beserta jajarannya, di Markas Kostrad, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020) pagi (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Tanpa pikir panjang, Wilyam pun langsung terjun dari pesawat milik Kostrad yang berada di ketinggian 10-15 meter dari air laut.

"Kami mempunyai niat dan keyakinan bisa menolong orang tersebut, sehingga kami mengambil diri tanpa perintah atau inisiatif terjun ke laut menolong korban," dia bercerita.

"Korban tersebut dapat kami tolong dan dievakuasi ke kapal," ujarnya.

Sebelum terjun ke tengah laut, Wilyam mengklaim dirinya lebih dulu melompat.

Tanpa koordinasi dengan prajurit Kostrad lain yang berada di sana.

"Pada saat itu tidak ada koordinasi, kami langsung inisiatif karena tidak ada yang berani meloncat ke laut, sehingga kami mempunyai niat menolong," ujar Wilyam.

Setelah itu, keenam prajurit Kostrad lainnya turut membantu Wilyam. Pun inisiatif menolong korban yang tak dikenal sama sekali.

"Mereka berinisiatif menolong juga. Kami tidak kenal dengan korban tersebut," beber Wilyam.

"Kami hanya niat menolong," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved