Breaking News:

Formula E

Tim Ahli Cagar Budaya Nasional Tak Ingin Balapan Formula E di Area Monas yang Sakral

Tim Ahli Cagar Budaya Nasional memastikan, sesuai amanah Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010, yang berhak memberikan rekomendasi atas suatu obyek budaya

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Peta rencana awal lintasan balap Formula E di Jakarta 

TRIBUNJAKARTA.COM - Polemik terkait Monas untuk ajang Formula E sepertinya belum mengendur.

Hingga Jumat (14/2/2020) kemarin, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakui salah ketik dalam menuliskan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta yang merekomendasikan penggunaan Monas untuk balapan mobil listrik tersebut.

Dilansir dari Kompas.id, seharusnya bukan TACB, melainkan Tim Sidang Pemugaran (TSP).

Namun, pengakuan kekeliruan ini tak mengakhiri protes sebagian warga. Kini TACB Nasional merekomendasikan agar Monas sebagai cagar budaya nasional tidak dijadikan arena perhelatan Formula E.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menjelaskan, yang seharusnya tertulis dalam surat kepada Menteri Sekretariat Negara tentang tindak lanjut persetujuan Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka atas penyelenggaraan balapan Formula E 2020 di kawasan Medan Merdeka adalah Tim Sidang Pemugaran, bukan Tim Ahli Cagar Budaya.

Tim Ahli Cagar Budaya Nasional memastikan, sesuai amanah Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010, yang berhak memberikan rekomendasi atas suatu obyek cagar budaya adalah TACB.

Saefullah, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Jumat (14/2/2020), menjelaskan, ada kekeliruan dalam surat tertanggal 11 Februari 2020 yang dikirimkan Pemprov DKI Jakarta kepada Menteri Sekretaris Negara.

Surat itu merupakan tindak lanjut atas surat Komisi Pengarah tertanggal 7 Februari yang memberi persetujuan atas penyelenggaraan balapan Formula E di kawasan Medan Merdeka.

Meski memberi persetujuan, Komisi Pengarah memberi sejumlah syarat.

Di antaranya pembuatan lintasan harus sesuai UU No11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, juga harus memperhatikan pelestarian, keamanan, ketertiban, serta menghindari perubahan fungsi kawasan cagar budaya.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved