Food Story

Sate Padang Ajo Ramon: Kuliner Melegenda di Pasar Santa

Bertudung kain terpal berkelir biru dan tiang-tiang pancang besi, suasana tempat makan Ajo Ramon ramai dipenuhi pengunjung yang tengah menyantap sate.

Tayang:
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Sate Padang Ajo Ramon di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (17/2/2020). 

Daging sate Ajo Ramon pun juga dibumbui sebelum dibakar agar rasa rempah dalam daging kian meresap.

Sate Padang Ajo Ramon, Menggoyang Lidah

Suasana Warung Tenda Sate Padang Ajo Ramon di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (17/2/2020).
Suasana Warung Tenda Sate Padang Ajo Ramon di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (17/2/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

TribunJakarta.com mencoba untuk merasakan sepiring Sate Padang Ajo Ramon di Pasar Santa di malam hari.

Selayang pandang, pengunjung malah kian bertambah meski malam semakin larut.

Parkiran kian dipenuhi mobil-mobil dari para pengunjung Sate Padang Ajo Ramon.

Seporsi sate padang, terdiri dari 10 tusuk daging dan ketupat. Saat pertama kali memesan, ada dua pilihan sate, lidah, daging atau campur.

Usai membakar sate, penjual langsung menuangkan bumbu berwarna merah yang meletup-letup di sebuah panci.

Sate padang dan ketupat yang dipesan pun terselimuti oleh bumbu merah khas Pariaman.

Suasana Warung Tenda Sate Padang Ajo Ramon di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (17/2/2020).
Suasana Warung Tenda Sate Padang Ajo Ramon di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (17/2/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Kala merasakan satu potong daging berbalut bumbu, rasa dari daging ini terbilang berbeda. Pasalnya, bumbu rempah-rempahnya sangat terasa di lidah.

Perpaduan antara gurih dan pedasnya pun berkolaborasi dengan baik.

Selepas daging dan bumbu melewati kerongkongan, rasa pedas sedikit membekas.

Supriadi menjelaskan sate padang Ajo Ramon sangat pas bila disantap saat dilanda masuk angin.

"Karena kan ramuannya rempah-rempah semua. Ada jahe, kunyit dan lain-lain. Enak pas dimakan lagi masuk angin," ungkapnya.

Menyantap sate padang rasanya kurang pas bila tak dibarengi dengan kerupuk kulit kerbau khas padang, jangek atau keripik balado.

Minta lah jangek atau keripik balado untuk ditempatkan di piring terpisah. Lalu, minta penjual untuk menyiramnya dengan bumbu merah.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved