Pria di Bekasi Pukul Kucing Hingga Mati

Terduga Pelaku Penganiaya Kucing di Bekasi Diringkus Polisi

Pria berinisial HR, terduga penganiaya kucing hingga mati di Bekasi diringkus jajaran Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Selasa, (18/2/2020).

Tayang:
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Terduga pelaku penganiayaan kucing di Bekasi saat digiring ke Polres Metro Bekasi Kota. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pria berinisial HR, terduga pelaku penganiaya kucing di Bekasi diringkus jajaran Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Selasa, (18/2/2020).

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Arman mengatakan, anggota sudah terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) usai menerima laporan dari Organisasi Animal Defenders Indonesia.

"Saat ini anggota sedang dalam peerjalanan dan membawa terduga pelaku. Tunggu aja bentar lg nyampe," kata Arman di Mapolres Metro Bekasi Kota.

Tidak lama setelah itu, HR datang ke Polres Metro Bekasi Kota usai dijemput satuan Reskrim.

HR digiring satuan Reskrim ke Polres Metro Bekasi Kota sekira pukul 16.09 WIB, usai dijemput di kediamannya di Perumahan Taman Narogong Indah, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Dia diangkut menggunakan mobil Kijang warna hitam, ketika digiring oleh dua orang petugas turun dari dalam mobil, HR nampak menunjukkan ekspresi datar.

Dia terus berjalan tanpa mengeluarkan sepatah katapun ketika ditanya awak media ketika hendak berjalan menuju ruang pemeriksaan.

Ketua Animal Defenders Indonesia Doni Herdaru Tona mengatakan, pihaknya sudah mendatangi rumah pemilik kucing.

Di sana, sang pemilik kucing mengaku awalnya ketakutan hingga tak kunjung membuat laporan polisi.

"Kejadian penganiayaannya itu hari Rabu, (5/2/2020), pemiliknya enggak berani lapor jadi dia cuma upload rekaman CCTVnya ke media sosial," kata Doni.

Doni menjelaskan, pihaknya juga sempat bertemu dengan pelaku yang diketahui berinisial HR. Di sana, pelaku nampak tidak menunjukkan raut wajah bersalah.

"Pelaku sangat menyesal tapi perilakunya di lapangan tidak menampakkan penyesalan sama sekali," jelas dia.

Dia juga sempat menanyakan motif pelaku tega melakuakan penganiayaan terhadap kucing dengan cara dipukul menggunakan sapu.

"Informasi yang kita dapat orangnya kesel bahwa si kucing pup (buang air besar) dan ada di pot tapi diminta bukti kalau kucing yang dipukul itu pup itu dia nggak bisa dia cuma menduga aja permasalahan untuk buang air sembarangan ya penyelesainya bukan dengan dibunuh itu salah ya," terangnya.

Revitalisasi TIM jadi Polemik, Ketua DPRD DKI Dipanggil Komisi V DPR RI

DPRD Sepakat Pemilihan Wagub DKI Dilakukan Lewat Mekanisme Voting Tertutup

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved