Breaking News:

Formula E

Ikatan Arsitek: Jaga Kesakralan Monas, Jangan Paksakan untuk Formula E

Ketua Umum AIA, Ahmad Djuhara menilai, Monas bukan cuma Cagar Budaya, melainkan sebuah lokasi sakral yang penih nilai sejarah.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Rancangan rute lintasan balap Formula E di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat. 

"Masa berani orang bilang itu enggak sakral? Jadi harus ada rasa hormat," tambah Djuhara.

Djuhara menjelaskan, hal ini bukan cuma perkara cagar budaya, melainkan kesakralan Monas itu sendiri.

"Kami arsitek menganggap, Monas itu seperti manifestasi bangsa," jelasnya lagi.

Menurutnya, Formula E tidak perlu dipaksakan untuk melintas di dalam Monas.

Bisa saja dilakukan di kawasan jalan medan merdeka.

"Saya kasih contoh menara Eiffel, itu identitas Prancis, tapi dia tidak sakral. Monas ini sakral, sama seperti Borobudur, Prambanan, bukan cuma Cagar Budaya, tapi juga sakral. Kenapa mesti maksain di Monas, tempat lain kan banyak," katanya.

Lintasan balap mobil listrik Formula E Jakarta atau Jakarta E-prix yang digelar bulan Juni nanti, bakal memakan sebagain area Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Imbasnya, sebagian area Monas tersebut mesti diratakan sesuai standar lintasan balap Formula E.

Itu berarti, kawasan lapangan Monas yang didominasi batu-batu mesti dibongkar, diganti dengan aspal mulus.

Untung rugi gelaran Formula E

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved