Breaking News:

Terancam 5 Tahun Bui, Pembina Pramuka Abaikan Ucapan Warga Soal Susur Sungai: Mati di Tangan Tuhan

Pembina pramuka di SMPN 1 Turi Sleman berinisial IYA (36), menjadi tersangka dan telah ditahan di Mapolda DIY.

kolase tribunnews: BPBD DIY/TribunJogja
Susur sungai SMPN 1 Turi Sleman berakhir duka 

TONTON JUGA

Salah seorang korban selamat dalam tragedi susur sungai tersebut, Tita Farza Pradita, bercerita tentang peringatan warga setempat terkait kegiatan mereka.

Tita, demikian sapaan gadis itu, mengaku mendengar warga memperingatkan pembina Pramuka sebelum susur Sungai Sempor berlangsung.

"Sama warga sudah diingetin. Saya mendengar ada warga yang memperingatkan," kata Tita, seperti dilansir Kompas TV.

Naik Motor dari Surabaya saat Tahu Anak Jadi Korban Susur Sungai, Prasetyo: Sudah Saya Siapkan Kado

Namun, lanjut Tita, peringatan tersebut disambut kata-kata tak enak dari pembinanya.

"Katanya, 'Enggak apa-apa, kalau mati di tangan Tuhan', kata kakak pembinanya," ujar Tita yang mengaku mendengar langsung jawaban pembinanya tersebut.

Tersangka dianggap tak paham menajemen risiko

Karyoto menjelaskan, dalam insiden susur Sungai Sempor, IYA dianggap tak memahami menajemen risiko.

Keahlian itu, menurut Karyoto, harus dipunyai oleh seorang pembina Pramuka.

"Padahal informasi cuaca kan bisa didapat dari BMKG. Selain itu tersangka juga tidak menghiraukan peringatan warga," katanya.

Sebut Banjir di Hari Libur Berkat Doa Anies, Bamus Betawi Ajak Warga Bersyukur: Gubernur Sholeh

Halaman
1234
Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Muji Lestari
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved