Totok, Menantu yang Bunuh Mertua Secara Sadis Mengaku Menyesal, Penyidik: Aneh, Ekspresinya Beda
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di Polres Sidoarjo, di hadapan penyidik Totok menyesal telah mengahbisi nyawa ibu mertuanya.
Penulis: Muji Lestari | Editor: Rr Dewi Kartika H
"Sejumlah langkah akan diambil untuk membongkar semua terkait perkara ini. Penyidikan terus dilakukan," kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji.
Pengakuan Pelaku
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku tega membunuh ibu mertuanya lantaran tak dipinjami uang Rp 3 juta.
Kata pelaku, uang Rp 3 juta itu akan ia gunakan untuk mengambil ijazah sang istri.
"Untuk mengambil ijazah istri," jawab bapak satu anak tersebut ketika ditanya penyidik Reskrim Polresta Sidoarjo.
Hal itulah yang membuat Totok gelap mata dan kalap, hingga akhirnya membunuh ibu mertuanya sendiri.
• Dengarkan Lagu Atta Halilintar Teman Tapi Cinta, Ahmad Dhani: Mungkin Aku Bisa Bikin Lebih Bagus
Diketahui kala itu ia datang ke rumah mertuanya sekira pukul 09.00 WIB.
Kondisi rumah saat itu sedang sepi, korban saat itu di rumah sendirian.
Karena tak diberi pinjaman, pelaku kalap, dia menghabisi nyawa mertunya kemudian bersembunyi di rumah familinya di Desa Ganting.
Korban dikunci di dalam rumah. Baru sekira pukul 12.30 WIB, jenazahnya ditemukan oleh anak ketiganya.

Usai Membunuh, Pelaku Sempat Antar Catering ke Gresik
Usai menghabisi nyawa Siti Fadilah, mertuanya sendiri dengan cara yang sangat sadis, Totok Dwi Prasetyo ternyata sempat kembali bekerja.
Totok diketahui memang sehari-hari bekerja sebagai tukang antar catering.
"Usaha catering keluarganya. Tersangka ini tukang mengantar cateringan tersebut," kata Kapolres Sumardji, Kamis (27/2/2020).
Usai menghabisi nyawa ibu mertuanya, dia mengambil sejumlah gelang dan cincin emas, ponsel dan kartu ATM milik korban. Kemudian dia meninggalkan rumah itu.
• Sederet Fakta Pembunuhan Siswa SD di Mojokerto, Ternyata Pelakunya Kakak Beradik