Opulence, Koleksi Syari Dianristy dengan Sentuhan Kristal dan Swarovski
Setelah berjalan sejak 26 Februari lalu, acara bertajuk Harmoni Bumi ini diikuti oleh banyak desainer tanah air yang menghadirkan koleksi-koleksinya.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Suharno
Industri fesyen, juga dikenal sebagai penghasil limbah yang cukup tinggi.
Untuk mengurangi dampak tersebut, empat desainer ini mengembangkan ide untuk membuat sebuah event fesyen yang berbeda daripada biasanya, yaitu Fashion Rhapsody.
Yakni dengan mengangkat tema lingkungan agar masyarakat lebih sadar akan dampak mengenai lingkungan dan bumi.
Melalui pergelaran ini, diharapkan para penggiat mode juga bisa lebih peduli dengan lingkungan.
"Misalnya mengurangi pemakaian plastik. Untuk desainer mode, sebagai penyumbang limbah bahan paling banyak, tentu perlu dipikirkan untuk mengubah limbah menjadi benda berharga” kaya Yulia.
Adapun acara ini diselenggarakan sejak 26 Februari hingga 29 Februari 2020 di The Tribrata, Jakarta Selatan.
Digelar selama empat hari, acara ini menampung lebih dari seribu set busana hasil karya dari berbagai perancang busana yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan keempat founders Fashion Rhapsody tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/dianristy-signature-label-busana-milik-desainer-dianristy-menghadirkan-13-koleksi-rancangannya.jpg)