Teriakan Sang Nenek Kagetkan Warga: Mulut Muntah Darah, Luka Leher dan Gigi Palsu Copot

Nenek berusia 73 tahun diduga menjadi korban perampokan di sebuah rumah Jalan Ngagel Tama Utara Surabaya, Kamis (5/3/2020).

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
SURYA/FIRMAN RACHMANUDIN
Lokasi dugaan aksi perampokan berujung digoroknya seorang nenek di sebuah rumah Jalan Ngagel Tama Utara Surabaya, Kamis (5/3/2020) . 

TRIBUNJAKARTA.COM - Nenek berusia 73 tahun diduga menjadi korban perampokan di sebuah rumah Jalan Ngagel Tama Utara Surabaya, Kamis (5/3/2020).

Perampok diduga berjumlah dua orang menyerang nenek yang dikenal warga dengan panggilan Emak.

Dikutip dari TribunJatim.com, nenek menderita luka gorok di leher dan dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Surabaya.

"Tahunya sudah bercucuran darah. Mulutnya sudah muntah darah," sebut Rokim salah satu warga sekitar.

Saat ini polisi terlihat berada di lokasi .

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran terlihat turun langsung mengidentifikasi di lokasi kejadian.

Teriakan Minta Tolong

Dugaan aksi perampokan tersebut menyebabkan seorang nenek bernama Zulvida (73) mengalami luka gorokan di leher.

Menurut keterangan warga, saat itu ia melihat korban berteriak minta tolong dengan mulut mengeluarkan darah dan kepala penuh darah di pertigaan jalan perumahan.

"Saat kejadian saya tidak tahu, tapi pas korban teriak itu saya lihat dan saya juga panggil sekuriti. Sampai akhirnya korban dibawa menantunya ke rumah sakit," sebut Rokim, salah satu warga sekitar.

Lebih lanjut, Rokim mendapat informasi dari Lila pembantu korban yang menyebut jika sebelum kejadian pelaku sempat bertanya alamat kepadanya.

"Saat itu Lila (pembantu korban) itu keluar rumah sama cucu korban yang kecil. Terus ada laki-laki itu tanya alamat nomor 16, padahal kan rumah nomor 16 itu di depannya. Dikasih tunjuk sama pembantu korban. Karena tidak curiga, pembantu korban langsung pergi kerumah anak korban yang ada di depan. Pas ditinggal itu tahu-tahu kejadian," terang Rokim.

Saat ini, polsek Gubeng dibackup Satreskrim Polrestabes Surabaya tengah mendalami kasus dugaan perampokan itu.

Rumah Kosong

Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP di rumah seorang nenek di Jalan Ngagel Tama Utara Surabaya yang diduga menjadi korban perampokan, Kamis (5/3/2020).
Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP di rumah seorang nenek di Jalan Ngagel Tama Utara Surabaya yang diduga menjadi korban perampokan, Kamis (5/3/2020). (TRIBUNJATIM.COM/FIRMAN RACHMANUDIN)

Sebuah rumah di Surabaya diduga menjadi sasaran aksi perampokan.

Perampokan rumah di Jalan Ngagel Tama Utara II nomor 17 Surabaya menyebabkan seorang nenek bernama Zulvida (73) mengalami luka gorokan di leher.

Berdasarakan informasi Ketua RT setempat, Farid Abuzal, rumah lantai 2 berwarna biru yang diduga disatroni perampok itu kerap kosong.

Sebab korban sebenarnya tinggal di Kalibokor Selatan 134, bersama anak dan menantunya.

Rumah yang biasa ditinggali korban itu hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah tempat kejadian.

"Tinggalnya di depan. Jadi rumah yang di gang II itu sering kosong. Hanya sesekali korban datang ke rumah tersebut," kata Farid.

Informsai yang didapat Farid, pelaku diduga beraksi seorang diri setelah sempat menanyakan alamat rumah lain kepada pembantu korban di depan rumah.

"Pelaku memakai motor matic, jaket merah helm hitam," sebutnya.

Aksi dugaan perampokan itu terjadi, Kamis (5/3/2020) sekitar pukul 12.40 WIB.

Terekam CCTV

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya meninjau tempat kejadian perkara dugaan aksi perampokan di rumah seorang nenek di Jalan Ngagel Tama Utara Surabaya, Kamis (5/3/3030).
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya meninjau tempat kejadian perkara dugaan aksi perampokan di rumah seorang nenek di Jalan Ngagel Tama Utara Surabaya, Kamis (5/3/3030). (TRIBUNJATIM.COM/FIRMAN RACHMANUDIN)

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menyebut telah mengidentifikasi pelaku kasus nenek dirampok di rumahnya di Jalan Ngagel Tama Utara II Surabaya, Kamis (5/3/2020) sekitar pukul 12.40 WIB.

"Kami periksa CCTV di sekitar lokasi, pelaku mengenakan jaket merah dan motor, untuk jumlahnya saat ini masih satu orang. Namun masih kami dalami," sebut Sudamiran, Kamis (5/3/2020) di lokasi.

Sudamiran menegaskan telah menerjunkan dua unit yakni Jatanras dan Satreskrim untuk membackup unit reskrim Polsek Gubeng mengejar pelakunya.

Disinggung terkait luka korban, Sudamiran belum dapat memastikan.

"Untuk korban lukanya masih kami tunggu hasil pemeriksaan dokter. Tapi informasi digorok senjata tajam itu tidak benar," tambahnya.

Selain itu, polisi juga masih memastikan barang berharga yang hilang dari rumah korban yang diduga dirampok itu.

"Kami masih mendalami lebih lanjut untuk barang berharga yang hilang. Saat ini korban masih fokus menjalani perawatan,"tandas Sudamiran.

Buntut Demo Buruh di Tangerang Ricuh, Polisi Tangkap Empat Tersangka

Penjualan Tisu Basah Meningkat Terkait Virus Corona: Ternyata Cuma Bersihkan Bagian Ini

Sebelumnya, Lila pembantu korban Zulvida (73) yang alami luka parah di bagian kepala dalam kasus nenek dirampok di rumahnya, menceritakan kejadian yang menimpa majikannya itu kepada warga.

Salah satu warga yang mendengar cerita Lila mengatakan jika korban sempat berusaha menutup pintu setelah pelaku berusaha masuk.

Karena usia yang renta, korban akhirnya kalah dan dihajar pelaku dengan membenturkan kepala korban beberapa kali ke lantai serta diinjak.

"Korban kan sudah tua, jadi kalah tenaga begitu. Terus setelah dihajar itu di meja ada tas sama dompet dan dibawa sama pelaku," kata Sulwati warga setempat.

Setelah kabur, korban kemudian bangkit dan minta tolong ke warga sekitar.

"Katanya juga bawa pisau pelakunya. Tapi kita belum tahu lukanya benturan atau kena sajam. Yang pasti tadi keluar itu sudah mulutnya keluar darah banyak. Itu wajahnya penuh darah sama gigi palsunya copot," tambahnya. (TribunJatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved