Breaking News:

Hingga Februari 2020, Total Terdapat 124 Warga Bekasi Dirawat Akibat DBD

Hingga Februari 2020, Dinkes Kota Bekasi mencatat jumlah pasien penderita DBD di seluruh rumah sakit mencapai 124 orang.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Tanti Rohilawati. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi terus memantau dan menyosialisasikan waspada penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya.

Hingga Februari 2020, Dinkes Kota Bekasi mencatat jumlah pasien penderita DBD di seluruh rumah sakit mencapai 124 orang.

"Januari ada 75 dan Februari 49 orang, itu kasus yang kita temukan rawat di semua rumah sakit di Kota Bekasi," kata Kepala Dinkes Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, Sabtu, (7/3/2020).

Dia menjelaskan, angka kasus DBD di Kota Bekasi tahun 2020 ini cenderung menurut jika dibandingkan dengan tahun 2019 di bulan yang sama.

"Di 2020 ini ada penurunan sekitar kurang lebih 50 persen ya di bulan yang sama, tapi kita terus memperkecila kasus dengan cara kita dengan menginterprensi beberapa hal," jelasnya.

Di musim penghujan seperti saat ini, potensi muncul jentik nyamuk tentu akan sangat besar ketika warga lingkungan tempat tinggal tidak menjaga kebersihan.

"Jadi penyebab DBD itu adalah lingkungan kita sendiri yang kurang bersih," ungkap Tanti.

"Kita ada Jumantik, Pokjanal DBD masing-masing kelurahan dan ada kader Jumantik di masing-masing rumah," tambahnya.

Mereka kata Tanti akan terus melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing untuk sadar waspada DBD serta menjaga kebersihan rumah.

"Masyarakat harus menjaga lingkungan dengan cara 4M yaitu Menutup, Menguras, Mengubur dan Memantau. Itu yang harus di lakukan kita semua," kata Tanti.

"Berangkat dari diri sendiri, kalau masyarakat ingin sehat maka harus berperilaku yang sehat, tidak mungkin kita berusaha maksimal kepada masyarakat sosialisasi sementara masyarakat sendiri tidak butuh," tegas dia.

Terungkap Keseharian Remaja Putri yang Ngaku Bunuh Teman ke Polisi, Tetangga Tak Menyangka

Harga Masker Mahal, Pedagang Pasar Mester Jatinegara Jakarta Timur: Kasihan yang Butuh

Stok Langka, Pedagang Pasar Mester Jatinegara Sudah 1 Bulan Tak Jual Masker

Tanti juga memastikan, dari 124 kasus pasien DBD di seluruh rumah sakit di Kota Bekasi, belum ada kasus kematian yang ditemukan sepanjang 2020 ini.

"Saya tegaskan kepada puskesmas segera koordinasi dengan RT, RW dengan pak camat dan pak lurah untuk melakukan gotong royong untuk membersihkan semuanya, banyak langkah yang dilakukan, kita tidak berdiam diri saja, tapi tergantung masyarakat itu sendiri," tegasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved