Breaking News:

Pemkot Bekasi Ungkap Selain Faktor Cuaca, Kepadatan Penduduk Jadi Pemicu Jentik Nyamuk DBD

Siklus ini kerap terjadi hampir setiap tahun, periode Januari Hingga Februari saja, sudah ada 109 kasus.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Juru Bicara Pemkot Bekasi Victor Yudistira di Kantor Pemkot Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani Bekasi Selatan, Kamis, (12/3/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bekasi memasuki musim penghujan mengalami peningkatan.

Siklus ini kerap terjadi hampir setiap tahun, periode Januari Hingga Februari saja, sudah ada 109 kasus.

Selain musim penghujan, Pemerintah Kota Bekasi melalui Victor Yudistira selaku Juru Bicara Bidang Pemerintah dalam keterangan pers mengatakan, kepadatan penduduk juga bisa jadi pemicu munculnya jentik nyamuk DBD.

"Pemicunya yang pertama adalah kepadatan penduduk, kedua prilaku masyarakat kebersihan dan kesehatan, ketiga adalah imunitas dari warganya sendiri," kata Victor di Kantor Pemkot Bekasi, Kamis, (12/3/2020).

Kepadatan penduduk menurut dia memicu terjadi lingkungan yang kumuh dan tidak sehat, terlebih kurangnya perhatian masyarakat akan kebersihan lingkungan.

"Perilaku masyarakat ketika padat penduduk itukan jadi lingkungan gak bersih lalu banyak genangan," jelasnya.

Disamping itu, daerah terdampak banjir juga rawan akan peryumbungan nyamuk aedes aegypti penyebab DBD.

"Termasuk banjir kan banjir itu yang membuat memicu terjadinya jentik nyamuk adalah sampah yang basah dan sampah yang tidak langsung diangkut oleh truk sampah atau dibuang ke tempatnya," terangnya.

Dinas Kesahatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat, periode Januari dan Februari 2020 terdapat 109 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah setempat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved