Ini Dugaan Motif Pelaku Pelecehan Seksual Pamer Kelamin di Halte UIN Jakarta

Motif AW sama dengan kasus serupa lain yang diketahuinya, yakni dengan mencari kepuasan dari ketakutan korbannya

Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika, di Mapolsek Ciputat, Tangsel, Rabu (21/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Motif AW (41) melakukan pelecehan seksual modus memamerkan kelamin masih didalami aparat Polsek Ciputat.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, aparat Polsek Ciputat tengah menangani kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang pria berinisal AW.

Pelaku melancarkan aksinya pada seorang mahasiswi UIN Jakarta, di Halte UIN Jakarta, Jalan Ir Juanda, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel) pada pukul 16.00 WIB, Rabu (11/3/2020).

Saat itu, mahasiswa dan mahasiswi ramai di halte, termasuk AW.

Ketika bus Transjakarta melintas, banyak yang naik dan tersisa seorang mahasiswi dengan AW.

Tiba-tiba tersangka berdiri dan mengeluarkan alat kelaminnya di depan korban.

Korban langsung kabur dan menyeritakan kejadian ke temannya, dan melanjutkannya ke sekuriti kampus, hingga pelaku diamankan.

Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika, mengatakan, pihaknya menduga motif AW sama dengan kasus serupa lain yang diketahuinya, yakni dengan mencari kepuasan dari ketakutan korbannya.

Teriakan korban saat ditunjukkan kelamin oleh pelaku, itu yang menjadi kepuasannya.

"Yang bersangkutan ini puas ketika korban teriak. Ketika dia nunjukin nah itulah klimaksnya di situ," ujar Endy di Mapolsek Ciputat.

Namun, Endy memastikan, AW tidak mengalami gangguan jiwa alias normal.

"Normal dia, normal," ujarnya.

Selain Museum, Pemprov DKI Juga Tutup Gedung Kesenian Jakarta

Baim Wong Prank Sebut Kiano Akan Punya Adik, Nagita Slavina Ungkit Curhatan Paula: Udah Ngomong

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 36 Undang-undang nomor 44 tahun 2006 tentang pornografi.

"Ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar rupiah," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved