Breaking News:

New York Tutup Tempat Publik dan Sekolah Demi Antisipasi Virus Corona

Korban tewas di New York rata-rata berusia antara 53 sampai 82 tahun dan memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Pixabay via Kompas
Ilustrasi kota New York 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pada Senin (16/3/2020), pemerintah Kota New York mulai menutup restoran, bar, dan tempat-tempat lain sebagai upaya penghentian penularan virus corona.

Wali Kota Bill de Blasio, seperti dilaporkan BBC, memutuskan untuk menutup restoran, bar, dan tempat publik lain karena merasa New York sedang menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi.

"Kita harus menghadapi dengan mental perang (melawan)," ujar de Blasio.

Sejauh ini, AS telah mengonfirmasi 69 kematian dan 3.774 korban infeksi virus corona. Dengan populasi lebih dari delapan juta orang, New York telah mengonfirmasi angka kematian sebanyak lima orang.

Korban tewas di New York rata-rata berusia antara 53 sampai 82 tahun dan memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS telah melewati serangkaian tes virus corona yang dahsyat.

Meski begitu, wartawan mencatat masih terdapat rasa gelisah dan bingung di AS yang juga diliputi ketakutan akan kekurangan kasur di beberapa rumah sakit.

Warga New York juga tampak khawatir dengan anak-anak mereka yang mana sejak sekolah di AS ditutup, sebanyak puluhan juta anak dipulangkan dan belajar di rumah mereka.

Sekolah yang ditutup di Kota New York akan dimulai pada Senin (16/3/2020) sampai 20 April mendatang.

Wali Kota de Blasio mengatakan, keputusan itu adalah keputusan yang menyakitkan. Pejabat New York akan meninjau apabila sekolah bisa dibuka kembali pada masanya, yang berarti tidak menekankan bahwa sekolah akan tutup sepanjang tahun akademik ini.

Halaman
123
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved