Imbas Corona Stok Darah Menipis

Dampak Corona, Stok Golongan Darah A di PMI Jakarta Barat Kosong, Sisanya Menipis

Dampak pendemi Covid-19 atau virus corona di Jakarta, stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Jakarta Barat menipis.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
PMI Kota Jakarta Barat 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Dampak pendemi Covid-19 atau virus corona di Jakarta, stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Jakarta Barat menipis.

Hal itu lantaran sedikit pendonor yang datang untuk mendonorkan darahnya.

Bahkan, Penanggung Jawab Laboratorium Pelayanan Darah di UTD PMI Provinsi DKI Jakarta Cabang Kota Jakarta Barat, Heni Dian Anggraini mengatakan, untuk golongan darah A, saat ini stoknya sudah kosong.

"Untuk saat ini, golongan darah A kosong, golongan darah B sisa tiga kantong, golongan darah AB sisa empat kantong dan golongan darah O sisa 20 kantong," kata Heni saat dihubungi TribunJakarta.com, Rabu (25/3/2020).

Heni mengatakan, menipisnya pasokan darah mulai terjadi sejak pendemi Covid-19 atau corona semakin meluas pada pertengahan Maret 2020.

"Sejak pertengahan Maret setelah corona meluas, langsung donor menurun drastis dan stok darah menipis lama-lama kosong," kata Heni.

Lantaran stok darah golongan A saat ini kosong, masyarakat yang membutuhkan transfusi darah A terpaksa membawa anggota keluarganya yang golongan darahnya sama untuk didonor.

"Saat ini dianjurkan untuk membawa donor langsung atau keluarga, mungkin sebentar lagi berlaku untuk semua golongan, karena stok sudah hampir habis," ujarnya.

Untuk mengatasi hal ini, Heni mengimbau untuk masyarakat yang ingin mendonor darah bisa datang ke kantor PMI Kota Jakarta Barat di Jalan Perdana, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Pihaknya tetap beroperasi seperti biasa di tengah pendemi corona saat in dengan menerapkan SOP pelayanan donor darah menyesuaikan dengan pencegahan corona.

Adapun waktu operasional untuk donor darah di PMI Jakarta Barat yakni setiap harinya dari Pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.

"Di saat corona sekarang, maksimal hanya 20 orang sehari yang donor, kadang ada yang hanya lima pendonor dalam sehari," kata Heni.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved