Formula E Ditunda

Batal Digelar, DPRD DKI Minta Anies Manfaatkan Anggaran Formula E Untuk Subsidi Pekerja Harian

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta menyarankan Pemprov memanfaatkan alokasi dana penyelenggaraan Formula E untuk membantu para pekerja harian.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Ketua DPRD DKI dari Gerindra Mohammad Taufik saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menyarankan Pemprov memanfaatkan alokasi dana penyelenggaraan Formula E yang ada dalam APBD 2020 untuk membantu para pekerja harian.

Sebab, mereka tak bisa mencari nafkah akibat seruan bekerja di rumah dan imbauan menghindari keramaian yang digencarkan pemerintah.

"Orang yang penghasilannya harian itu mesti dipikirkan, tapi harus KTP DKI ya. Dia enggak bisa berpenghasilan, nah yang seperti ini kan banyak," ucapnya, Kamis (26/3/2020).

Tak Ke Jakarta Untuk Jual Madu, Asep Seorang Suku Baduy Tinggal di Rumah Temani Istrinya Menenun

Taufik mencontohkan, dirinya sempat mendapat keluhan dari penjual kopi keliling di kawasan Ancol yang tak bisa mencari nafkah akibat penutupan tempat hiburan di utara Jakarta itu.

"Jadi pekerja harian lepas, pekerja yang penghasilannya harian ini perlu mendapat perhatian pemerintah," ujarnya di DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Dalam situasi seperti ini, Taufik menyebut, Gubernur Anies harus memprioritaskan program penanganan dan pencegahan wabah corona.

Pasalnya, penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok ini mengancam kesehatan dan keselamatan warga ibu kota.

Petugas Panik Lihat Driver Ojol Tergeletak di Motor: Disangka Kena Corona, Ternyata Tertidur Pulas

"Dalam pandangan kami, corona itu ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, terkait penyebaran dan kedua orang yang kena akibat corona ini, yaitu orang berpenghasilan harian," kata Taufik.

Untuk memberikan bantuan atau subsidi kepada masyarakat menengah kebawah ini, politisi Gerindra ini memprediksi, Pemprov DKI membutuhkan dana hingga Rp 4 triliun.

Dana ini disebutnya, bisa didapat dari alokasi anggaran dalam APBD 2020 untuk sejumlah program yang dianggap tak begitu penting, seperti Formula E.

Terlebih penyelenggaraan balap mobil listrik bertaraf internasional urung dilaksanakan imbas dari mewabahnya virus corona di ibu kota.

"Saya sudah sarankan pak gub untuk melalukan top up BTT (Belanja Tak Terduga), itu bisa diambil sari program yang dianggap tidak prioritas, misalnya Formula E, perjalanan dinas dalam dan luar negeri," tuturnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muji Lestari
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved