Antisipasi Virus Corona di DKI

Jeritan Pedagang Kaki Lima di Tengah Wabah Corona: Pemasukan Cuma Separoh, Lebih Sepi dari Lebaran

Pandemi Covid-19 memaksa banyak orang untuk berdiam diri di rumah, tapi di luar sana masih ada pedagang kaki lima harus terus berjualan.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Andi, pedagang bakpau yang tetap berjualan di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, meski karyawan work from home saat ditemui pada Rabu (25/3/2020). 

Paijo beberapa kali harus menombok menutup kekurangan usaha bakso.

Bakso motor menjadi andalan Paijo mencari nafkah di sekitar Kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/3/2020).
Bakso motor menjadi andalan Paijo mencari nafkah di sekitar Kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/3/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Pria yang telah berjualan bakso sejak 2007 itu memiliki seorang anak perempuan berusia 1,5 tahun di kampung.

Kendati demikian, Paijo tetap membanting tulang demi bisa mengirimkan uang kepada istrinya di kampung.

"Biasanya kirim uang ke istri, tiga hari sekali atau seminggu sekali. Buat susu dan makan mereka," sambung Paijo.

Selama di ibu kota ia mengontrak di kawasan Gandaria, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kisah Dua Alumni UI Bantu Produksi Baju Hazmat Untuk Tenaga Medis: Berawal dari Curhatan

Lebih Sepi dari Lebaran

Kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, tak menunjukkan wajah aslinya semenjak wabah Corona merebak.

Hal itu dirasakan betul oleh Andi, pedagang bakpau di Jalan Prof. Dr Satrio.

Andi geleng-geleng kepala saat ditanyai dampak wabah corona terhadap dagangan bakpaunya.

"Ini baru tiga biji seharian jualan. Bukan parah lagi, ini bener-bener sepi," ujar Andi.

"Orang yang ke mal atau kerja di sini biasanya beli," sambung dia.

Andi, pedagang bakpau yang tetap berjualan di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, meski karyawan work from home saat ditemui pada Rabu (25/3/2020).
Andi, pedagang bakpau yang tetap berjualan di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, meski karyawan work from home saat ditemui pada Rabu (25/3/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Pria asal Wonogiri tersebut memiliki anak berusia empat tahun dan istri yang masih mengandung lima bulan.

Terbesit di kepala Andi untuk pulang kampung lantaran pendapatannya yang menurun.

Namun, niat itu diurungkannya untuk menemui anak dan istrinya di kampung.

"Enggak bisa pulang, saya mau pulang kan enggak ada yang tahu saya bawa penyakit atau enggak," ungkap dia.

Kondisi Airin dan Cerita di Balik Fotonya Diapit Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Karawang

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved