Virus Corona di Indonesia

Pandemi Corona, Sosial Distance Tak Berjalan Baik di Lapas dan Rutan, Pengamat: Tempatnya Tak Cukup

Tribus menilai RUU tersebut bisa menyelamatkan ribuan narapidana yang ada didalam lapas dan rutan.

Pandemi Corona, Sosial Distance Tak Berjalan Baik di Lapas dan Rutan, Pengamat: Tempatnya Tak Cukup
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Ilustrasi penjara Lapas Cipinang 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah berharap supaya DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemasyarakatan menjadi Undang-undang (UU).

Pasalnya, ditengah pandemi Covid-19, bukan tidak mungkin penjara atau kelebihan penghuni akan menjadi malapetaka untuk narapidana.

Desakan itu harus segera diambil mengingat jumlah penghuni Lembaga Pemasyarakatan (lapas) maupun Rumah Tahanan (rutan), yang over kapasitas.

Contohnya, di Rutan Cipinang yang seharusnya hanya dihuni 1.000 orang, saat ini diisi 4.000 orang.

Akibatnya, instruksi pemerintah untuk tak membuat kerumunan pastinya tak bisa dilakukan karena sesaknya orang.

Dengan banyaknya penghuni dan virus corona yang semakin mewabah, bukan tidak mungkin virus yang menakutkan itu jika masuk kedalamnya, akan membuat panik penghuni yang ada.

Bahkan, bila tak segera ditangani, tempat itu akan menjadi kuburan massal bila ada satu narapidana yang terjangkit Covid-19.

Tribus menilai RUU tersebut bisa menyelamatkan ribuan narapidana yang ada didalam lapas dan rutan.

"Mau tidak mau RUU pemasyarakatan harus segera disahkan, dan justru ini harus menjadi prioritas dan mendesak. Karena dengan adanya UU itu nantinya akan mencabut PP No.99," kata Trubus saat dikonfirmasi, Kamis (25/3/2020).

Menurutnya, masalah RUU Pemasyarakatan ini sudah mendesak semua untuk segera di sahkan.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved