Divonis 10 Bulan Bui Setelah Terbukti Cabuli 5 Siswanya, Mantan Kepala SMP di Surabaya: Terima Kasih

Mantan Kepala SMP di Surabaya, Ali Shodiqin alias pelaku pencabulan terhadap 5 muridnya hanya divonis 10 bulan penjara.

Tangkapan Layar YouTube/TribunMedan
Terdakwa Ali Shodiqin saat jalani sidang beberapa waktu lalu. (TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Mantan Kepala SMP di Surabaya, Ali Shodiqin alias pelaku pencabulan terhadap 5 muridnya hanya divonis 10 bulan penjara. 

Putusan majelis hakim tersebut terbilang jauh dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdaksa selama 6 tahun penjara.

Pertimbangan hakim sendiri yakni tidak sependapat dengan pasal perlindungan anak yang dijeratkan JPU, Novan Arianto.

Datangi Rumah Duka, Bamsoet Kenang 2 Sajian yang Pernah Dihidangkan Ibunda Jokowi: Luar Biasa Enak

Hakim Anton menilai, perbuatan mantan Kepala SMP Lab Cchool ini merupakan perbuatan asusila di depan umum yang dilakukan secara berkelanjutan sebagaimana diatur dalam Pasal 281 KUHP.

"Meski demikian, terdakwa tetap dinyatakan bersalah dan harus dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya," ungkap Anton saat membacakan pertimbangan hukum dalam amar putusannya, Selasa, (24/3/2020).

Dikutip TribunJakarta dari TribunJatim, atas putusan tersebut, terdakwa Ali Shodiqin langsung menyatakan menerima.

Sedangkan JPU Novan Arianto menyatakan pikir-pikir.

Novan mengatakan harus melaporkan putusan ini ke pimpinan terlebih dahulu.

"Kami masih punya waktu tujuh hari untuk bersikap. Dan saya akan laporan dulu hasil persidangan ini ke pimpinan," ucapnya.

Menurutnya, sikap pikir-pikir tersebut dilakukan lantaran perbedaan pendapat antara pasal yang dijeratkan dalam surat tuntutannya dengan pasal yang dibuktikan dalam putusan hakim.

Halaman
1234
Penulis: Muji Lestari
Editor: Muji Lestari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved